Pemerintah melakukan kebijakan penyediaan pupuk bagi petani melalui subsidi harga pupuk. Kartu tani merupakan kartu elektronik yang didesain khusus untuk petani melalui kebijakan pemerintah, yang dapat berfungsi sebagai kartu debit BRI dan kartu yang dapat membaca kuota pupuk bersubsidi dan EDC BRI. Kebijakan kartu tani ini dibuat, berangkat dari berbagai peristiwa atas tindak penyimpangan pupuk bersubsidi. Sehingga memberikan dampak negatif yang merugikan ke berbagai pihak, terutama bagi petani.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan umur, luas lahan, kunjungan penyuluh dan pola pendampingan petani dengan pengambilan keputusan inovasi penggunaan kartu tani. Penelitian ini mneggunakan metode Kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Juli 2019 di Kelurahan Kauman Kidul,Kota Salatiga. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang memiliki hubungan signifikan yaitu Kunjungan Penyuluh (X3) dan Pola Pendampingan Petani (X4) dengan Keputusan Penggunaan Kartu Tani (Y), sedangkan Umur (X1), dan Luas Lahan (X2) tidak memiliki hubungan signifikan dengan Keputusan Penggunaan Kartu Tani (Y)