Anak Agung Ketut Sri Wiraswati
Universitas Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pentingnya Penerimaan Diri Bagi Remaja Panti Asuhan Islam Kuncoro Lestari Anugrahwati; Anak Agung Ketut Sri Wiraswati
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol12.iss2.art4

Abstract

ABSTRACTThe adolescents in orphanage have different way of feeling loved by their parents’ figure. This divergent with adolescents in general might raise various problems for developing their identities. They get  the stigmas from society as “orphan”, and it becomes hindrance in their development. Thus, to boost their own development, self-acceptance is one factor to be concerned. The purpose of this training is to help adolescents to achieve self-acceptance. This research is conducted with experimental method based on Bastaman’s factor of self-acceptance. Participants were given training related to self-insight, meaning of life, changing attitude, self-commitment, directed activities, and social support to increase the self-acceptance of adolescents in orphanage X. Conducted evaluations showed the significancy of 0,014 on t-test between pretest and post-test. This shows the impact of the training on adolescents in the orphanage to develop their self-acceptance for their well- being.ABSTRAK  Tidak semua remaja memiliki keberuntungan dalam hal memperoleh dukungan sosial dan kasih sayang dari orangtuanya. Hal ini menimbulkan berbagai problematika bagi remaja dalam mengembangkan identitasnya. Label sebagai anak didik panti asuhan atau yatim piatu menjadi sumber stres bagi remaja, sebab menghasilkan berbagai kemungkinan pengalaman buruk pada anak didik panti asuhan di masa depan. Sasaran dari pelatihan ini adalah membantu remaja di panti asuhan agar mampu mencapai penerimaan diri. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen berdasarkan faktor penerimaan diri dari Bastaman. Partisipan diberikan pelatihan yang memuat self-insight, meaning of life, changing attitude, self-commitment, directed activities, dan social support untuk meningkatkan penerimaan diri remaja panti asuhan. Perbandingan tes awal dan tes akhir menunjukkan adanya perbedaan penerimaan diri dengan nilai signifikansi 0.014. Artinya, pelatihan ini dapat meningkatkan penerimaan diri pada remaja Panti Asuhan Islam.
Pentingnya Penerimaan Diri Bagi Remaja Panti Asuhan Islam Kuncoro Lestari Anugrahwati; Anak Agung Ketut Sri Wiraswati
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol12.iss2.art4

Abstract

ABSTRACTThe adolescents in orphanage have different way of feeling loved by their parents’ figure. This divergent with adolescents in general might raise various problems for developing their identities. They get  the stigmas from society as “orphan”, and it becomes hindrance in their development. Thus, to boost their own development, self-acceptance is one factor to be concerned. The purpose of this training is to help adolescents to achieve self-acceptance. This research is conducted with experimental method based on Bastaman’s factor of self-acceptance. Participants were given training related to self-insight, meaning of life, changing attitude, self-commitment, directed activities, and social support to increase the self-acceptance of adolescents in orphanage X. Conducted evaluations showed the significancy of 0,014 on t-test between pretest and post-test. This shows the impact of the training on adolescents in the orphanage to develop their self-acceptance for their well- being.ABSTRAK  Tidak semua remaja memiliki keberuntungan dalam hal memperoleh dukungan sosial dan kasih sayang dari orangtuanya. Hal ini menimbulkan berbagai problematika bagi remaja dalam mengembangkan identitasnya. Label sebagai anak didik panti asuhan atau yatim piatu menjadi sumber stres bagi remaja, sebab menghasilkan berbagai kemungkinan pengalaman buruk pada anak didik panti asuhan di masa depan. Sasaran dari pelatihan ini adalah membantu remaja di panti asuhan agar mampu mencapai penerimaan diri. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen berdasarkan faktor penerimaan diri dari Bastaman. Partisipan diberikan pelatihan yang memuat self-insight, meaning of life, changing attitude, self-commitment, directed activities, dan social support untuk meningkatkan penerimaan diri remaja panti asuhan. Perbandingan tes awal dan tes akhir menunjukkan adanya perbedaan penerimaan diri dengan nilai signifikansi 0.014. Artinya, pelatihan ini dapat meningkatkan penerimaan diri pada remaja Panti Asuhan Islam.
Hubungan Antara Harga Diri dengan Pengambilan Keputusan untuk Kawin pada Wanita Bali Usia Dewasa Awal Anak Agung Ketut Sri Wiraswati; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i01.p02

Abstract

Early adulthood have a need to develop an intimate relationship through marriage (Santrock, 2002). Before deciding to hold the marriage, they conducted a series of decision-making process. Self-esteem is one of the variables that involved in individual decision-making. The main purpose of this study is to investigate the direction and strength of relationship between self-esteem and decision-making to get married among early adulthood Balinese women. A total of 196 Balinese women aged between 20 up to 40 years old and married becoming the subject of this quantitative correlational research. The sampling technique was two-stage cluster sampling. Measuring instruments used are the self-esteem scale (27 items; rxx` = 0,883) and decision-making to get married scale (16 items; rxx` = 0,824). Data were processed using Pearson Product Moment analysis, simple linear regression, and one-way ANOVA analysis. Statistical analysis show, there is significant correlation between self-esteem and decision-making to get married among early adulthood Balinese women (r= 0,723; p= 0,000). The coefficient of determination obtained for 0,523 which means that 52,3% of the variance that occurs in the decision-making to get married variable can be explained by the variance in self-esteem variable. F test analysis found that the mean scores for decision-making to get married did not differ significantly when assessed from the level of education (F= 1,169; p= 0,323) and birth order (F= 0,601; p= 0,550). Keywords: Self-esteem, decision-making to get married, Balinese women, early adulthood