Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI BAHAN GALIAN DALAM METODE EKSPLORASI AWAL Firdaus Maskuri
Jurnal Ilmiah MTG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Daerah penelitian berada di ± 60% Desa Kamonji (di bagian barat) dan ± 40% Desa Malei (di bagian timur) Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah. Secara astronomis berada pada posisi UTM 796500 mE – 805500 mE dan 9967000 mN – 9994500mN.Stratigrafi daerah penelitian tersusun oleh intrusi diorit dan granodiorit selebar kurang dari 50 meter yang umumnya terdiri dari diorit, porfir diorit, mikrodiorit, dan granidiorit menerobos Formasi Tinombo dan menempati morfologi dataran menengah dan perbukitan bergelombang; oleh serpih, batupasir, konglomerat batugamping, dan batuan gunung api (Formasi Tinombo Ahlburg 1913) yang diendapkan dilingkungan laut; oleh konglomerat, batupasir, lempung, dan batugamping(Formasi Molasa Sarasin 1901) menindih secara tidak selaras Formasi Tinombo; dan oleh alluvium dan endapan pantai seperti kerikil, pasir, lumpur, batugamping koral yang terbentuk dilingkungan sungai , delta dan laut dangkal. Merupakan sedimen termuda didaerah ini dan berumur Holosen.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa daerah penelitian berpotensi mineral logam seperti mineral pirit, kalkopirit, mangan, besi, emas, terlihat pada singkapan batuan yang mengandung urat-urat kwarsa yang termineralisasi dan penyebaran alterasi seperti silisifikasi, propilitik, argilik, dan intrusi batuan beku yang sudah mengalami mineralisasi. Bahan galian didominasi oleh bahan galian vital (Golongan B) yaitu Emas.Kata-kata kunci: intrusi, formasi, alluvium