Nurasih Suwahyono
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DASAR-DASAR PENGELOMPOKKAN MAJALAH DI LINGKUNGAN PDII-LIPI Nurasih Suwahyono
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 21 No. 1-2 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengemukakan masalah pengelompokkan majalah atau terbitan berkala Indonesia yang terhimpun di PDII-LIPI berdasarkan bobot ilmiahnya.
MEMPERSIAPKAN SUMBER DAYA MANUSIA BIDANG DOKINFO MEMASUKI ABAD INFORMASI Nurasih Suwahyono
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 25 No. 1-2 (2000): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Maret-Juni)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah Ini memaparkan pergeseran dan perubahan yang terjadi dalam dunia kepustakaan, dokumentasi dan informasi sebagai akibat dari globalisasi informasi. Sedikit dibahas paradigma-paradigma yang muncul, serta bagaimana pustakawan menyiasati perubahan tersebut dalam mempersiapkan, surnberdaya manusia yang tidak buta teknologi informasi dan informasi. Pokok-pokok yang dibahas meliputi pengaruh globalisasi komunikasi terhadap pola pikir, kecenderungan, pengelolaan penelitian, proses belajar, mengajar, layanan masyarakat serta manajemen ilmu pengetahuan masa depan. Juga dibahas pengaruhnya terhadap aktivitas perpustakaan dalam pola pembinaan sumberdaya manusia untuk menghadapi abad informasi tersebut.
ISO 8-1977 DAN TERBITAN BERSERI DI INDONESIA Nurasih Suwahyono
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 23 No. 4 (1998): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dimaksudkan untuk memasyarakatkan keberadaan ISO 8-1977(E) dan SNI 19-1950-1990, yaitu standar yang digunakan dalampenyajian terbitan berseri. Dalam artikel ini diuraikan cakupan standar penyajian terbitan berseri yang berskala intemasional saja, yaitu ISO 8-1977(E). Hal ini karena standar yang berskala nasional, yaitu SNI 19-1950-1990 disusun berdasarkan standar intemasional. Dipaparkan juga tinjauan tentang terbitan berseri Indonesia dalam hal kesesuaiannya dengan ISO 8-1977(E). Dari tinjauan tersebut dapat dikatakan bahwapertama, terbitan berseri yang dipublikasikan di Indonesia belum memenuhi sebagian besar kriteria yang tercakup dalam ISO 8-1977(E). Kedua, pengelola atau penanggung jawab terbitan berseri pada umumnya belum mengetahui keberadaan ISO 8-1977(E) dan SNI 19-1950-1990 yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam menyajikan terbitan berseri.
BAGAIMANA MENGEMBANGKAN SUATU SISTEM PENGENDALIAN KARYA ILMIAH DI LIPI Nurasih Suwahyono
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 22 No. 5-6 (1998): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Maret)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPi) adalah salah satu lembaga pemerintah yang merupakan pusat kegiatan penelitian dan pengembangan IPTEK di Indonesia. Ada 16 pusat penelitian dan pengembangan, 1 pusat standarisasi, 1 pusat analisa dan perkembangan iptek serta 1 pusat dokumentasi. Semua pusat-pusat tersebut tercakup dalarn 5 bidang kedeputian, yaitu: kedeputian bidang IPA, IPSK, BINSARIL, IPT serta 1 bidang pendukung yaitu kedeputian bidangUMUM. Kekayaan informasi yang dihasilkan oleh pusat-pusat penelitian dan pengembangan tersebut dari hasil penelitian merupakan aset negara yang perlu dikendalikan, artinya yaitu disimpan, diolah dan disebar luaskan. Selain itu, karya-karya ilmiah tersebut juga dapat dipergunakan sebagai tolok ukur perkembangan IPTEK yang telah dilakukan oleh LIP!, yang pada akhimya juga menjadi tolok ukur di tingkat nasional. Untuk dapat menyimpan dan mengolah karya ilmiah LIP! tersebut, seyogyanya diciptakan suatu mekanisme atau tata laksana dalarn pengendalian karya ilmiah tersebut. Berdasarkan kenyataan tersebut tentunya tugas untuk mengendalikan karya ilmiah LIP! menjadi tanggung jawab pusat-pusat yang mempunyai tugas membina jasa dokumentasi dan tanpa mengesampingkan prosedur-prosedur administrasi untuk hasil-hasil penelitian yang menjadi tanggung jawab dari lembaga/biroyang mempunyai tugas dan kewajiban tersebut.