Kebudayan sudah mencangkup dari karya sastra. Karya sastra tersebut berupa tertulis, lisan, tradisional dan moderen. Selain itu juga kebudayan yang jarang di ketahui masyarakat umum yakni sastra tertulis yang tradisional. Naskah kuno termasuk di dalamnya adalah lontar. Sesuai dengan program studi, peneliti mengambil Lontar Tutur Ana Caraka yang di tulis oleh I Gusti Nyoman Dangin dari Padangkerta Karangasem. Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan dua masalah yakni: 1) Pokok-pokokajaran apakah yang terkandung dalam Lontar Tutur Ana Caraka?, 2)Nilai-nilai pendidikan apa saja yang terkandung dalam Lontar Tutur Ana Caraka?Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pokok-pokok ajaran yang terkandung dalam Lontar Tutur Ana Caraka. Untuk mengetahui nilai- nilai yang terkandung dalam Lontar Tutur Ana Caraka. Penelitian ini menggunakan tiga teori, yakni teori struktural, teori nilai, dan teori semiotik. Subyek penelitian ini yakni lontar. Metode yang digunakan mengumpulkan data adalah metode wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bawasannya yang diteliti adalah 1) pokok-pokok ajaran yang terkandung di dalam Lontar Tutur Ana Caraka dan nila-nilai yang terkandung. Ajaran Ketuhan yakni sebagaimana manusia mencintai sesama, seperti itulah menyayangi Tuhan Yang Maha Esa dengan cara menghormati sesama, juga termasuk hormat terhadap beliau, karena di dalam jiwa manusia terdapat percikan sanghyang atman yakni Brahman. Selanjutnya terdapat ajaran yoga, dimana di dalam Lontar Tutur Ana Caraka menjelaskan jika engkau manusia ingin mengetahui ilmu pengetahuan ini hendaknya engkau mengurangi aktifitas yang berlebihan. Selanjutnya ajaran filsafat yakni dalam Lontar Tutur Ana Caraka menyebutkan bersikaflah bijaksana dalam melakukan suatu aktifitas yang melibatkan sesama manusia, karena dari kebijaksanaan itulah akan memperoleh pengalaman yang tak ternilai. Dan yang terakhir adanya hubungan Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Bhuana Agung dilihat dari pembagian Aksara Ana Caraka tersebut menjadi empat yakni HA, NA, CA, RA, KA di timur, DHA, TA, SA, WA, LA di selatan, MA, GA, BA, TA, NGA di barat dan PA, DHA, JA, YA, ÑA di utara. Dari pembagian itu Bhuana Agung akan kuat dan tetap ajeg sekaligus seimbang keberadaanya. Bhuana Alit adalah alam kecil sering di aplikasikan yakni manusia. Tidak Bhuana Agung saja yang mengandung aksara, melainkan manusiapun juga terlahir dari aksara yaitu dikaitkan dengan Pancaksara dan Triaksara yakni aksara ANG, UNG, MANG, itulah yang membungkus di tengah hati, WANG, asal/ keluar dari hati, YANG, di tengah hati, SANG, di timur hati, BANG, di selatan hati, TANG, di barat hati, ANG, di utara hati, ING, di tengah hati, itulah tempat bergantungnya di sekitar hati. Nilai-nilai yang terkandung dalam Lontar Tutur Ana Caraka yakni nilai pendidikan tatwa yakni mempelajari dari kebenaran dan cinta kasih kepada Tuhana Yang Maha Esa dan nilai pendidikan etika yakni jika engkau mengetahui semua ajaran ini, janganlah sombong, jika memulai pekerjaan pertimbangkan sebelum bertindak.Kata Kunci: Nilai-nilai Pendidikan, Lontar Tutur Ana Caraka.