Ahmad Hadi Prayitno
Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSPECTIVE OF MEDIATION EFFECTIVENESS THEORY AS MAIN OPTIONS IN ORDER TO LOWER DIVORCE RATE Masrur Ridwan; Aryani Witasari; Ahmad Hadi Prayitno
Jurnal Pembaharuan Hukum Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Pembaharuan Hukum
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/jph.v8i2.16065

Abstract

The purpose of this paper is to examine mediation as a way effective to reduce the divorce rate and the obstacles and challenges that create mediation as the means chosen to reduce the divorce rate in Indonesia. The increase and decrease in claimable divorce rates can basically be monitored , if supported by various parties, including through the implementation of effective mediation and efficient. In general, the biggest cause of divorce in Indonesia is dispute continuous and economic problems. Socialization and counseling about coaching the sakinah family has been awarded by the authorities. There is an obligation to conduct mediation before entering the court's domain as regulated in Supreme Court Regulation No.1 of 2016 is still being carried out half-heartedly tends to be mere formality. This is one of the obstacles in the difficulty there is an agreement in the mediation process. The divorce rate can be reduced significantly significant, if the parties involved in household cases have been pushed to take advantage of mediation institutions from an early age. The five elements according to effectiveness theory related to mediation as the main choice in suppressing the divorce rate well done.
Implikasi Yuridis Perjanjian di Bawah Tangan Antara Rumah Sakit dan Distributor Alat Kesehatan Septi Wahyuning Mekarsari; Ahmad Hadi Prayitno
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15747

Abstract

Pengadaan alat kesehatan merupakan bagian penting dalam menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dalam praktiknya, kerja sama antara rumah sakit dan distributor alat kesehatan sering dituangkan dalam bentuk perjanjian di bawah tangan tanpa melibatkan notaris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi yuridis perjanjian di bawah tangan apabila terjadi wanprestasi antara rumah sakit dan distributor alat kesehatan, baik dalam perspektif hukum perdata maupun hukum kesehatan, serta memberikan rekomendasi hukum sebagai acuan penyelesaian sengketa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis sosiologis dengan studi kasus di RSAU dr. Yuniati Wisma Karyani Natuna. Spesifikasi penelitian deskriptif analis, jenis data yang digunakan adalah data primer, data sekunder, bahan hukum hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier, kemudian metode pengumpulan datanya dengan cara wawancara dengan tenaga Kesehatan di RSAU dr. Yuniati Wisma Karyani Natuna, dan metode analisis dalam penelitian ini adalah dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian di bawah tangan tetap memiliki kekuatan hukum mengikat sepanjang memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Namun, perjanjian tersebut memiliki keterbatasan dari segi kekuatan pembuktian dibandingkan dengan akta otentik. Apabila terjadi wanprestasi, pihak yang dirugikan berhak menuntut pemenuhan prestasi, ganti rugi, pembatalan perjanjian, maupun peralihan risiko. Dalam perspektif hukum kesehatan, wanprestasi berpotensi mengganggu mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, sehingga rumah sakit tetap memikul tanggung jawab hukum dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar perjanjian kerja sama dibuat dalam bentuk akta otentik atau setidaknya dilegalisasi.