Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendugaan Umur Simpan Saus Buah Merah Pedas (Pandanus conoideus Lamk) dengan Metode Accelerated Shelf Life Test Raden Haryo Bimo Setiarto; Nunuk Widhyastuti; Nety Agustin; Rahmawati Rahmawati; Albert Husein Wawo
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 3 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.3 KB) | DOI: 10.19028/jtep.06.3.279-286

Abstract

AbstractRed fruit sauce was sauce that made from mixing red fruit paste and mikmak sweet potato flour. This reserach aimed to study the shelf life red fruit sauce with ASLT method using Arrhenius equation. The parameters of shelf life were viscosity, water content, pH, total mold, total bacteria, and organoleptic. From the six parameters, itwas known that water content has the lowest activation energy (10,401.08 cal/mol) and appearance paramater of organoleptic has the highest activation energy (28,623.36 cal/mol). The lowest activation energy was used to determine product shelf life. The shelf life reaction was following ordo 1. The linier regretion was y = -703.663(1/T) + 8.4649. The result of shelf life calculation was based on water content parameter in temperature 27°C is 25 months, in 37°C is 14 months, and in 47°C is 8 months.AbstrakSaus buah merah pedas merupakan saus yang dibuat dengan menggunakan pasta buah merah dan tepung ubi jalar mikmak sebagai bahan bakunya. Penelitan ini bertjuan melakukan pendugaan umur simpan produk saus buah merah pedas dengan metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) menggunakan persamaan Arrhenius. Parameter pendugaan umur simpan produk saus buah merah pedas diantaranya viskositas, kadar air, pH, total kapang, total bakteri, dan sifat organoleptik. Dari keenam parameter tersebut diketahui bahwa kadar air menghasilkan energi aktivasi yang paling rendah (10,401.08 kal/mol) dan parameter kenampakan tekstur organoleptik menghasilkan energi aktivasi tertinggi yaitu 28,623.36 kal/mol. Energi aktivasi terendah digunakan untuk menentukan umur simpan produk saus buah merah pedas. Reaksi penurunan mutu produk saus buah merah pedas mengikuti ordo reaksi 1, dengan persamaan regresi linier y = -703.663(1/T) + 8.4649. Hasil perhitungan umur simpan saus buah merah pedas berdasarkan parameter kadar air pada penyimpanan suhu 27°C selama 25 bulan, 37°C selama 14 bulan dan 47°C selama 8 bulan.
KARAKTERISTIK RICE PAPER HASIL FORMULASI DENGAN TEPUNG SUWEG (Amorphophallus campanulatus) Rahayu Utami; Lidia Setiawati; Rahmawati Rahmawati
JURNAL KONVERSI Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.10.2.19-28

Abstract

Rice paper adalah produk makanan berupa lembaran kering yang dikenal sebagai makanan khas Vietnam. Proses pembuatan rice paper terdiri dari pembuatan adonan, pembentukan, dan pengeringan. Rice paper dapat digunakan sebagai kulit pembungkus makanan setelah direhidrasi. Salah satu bahan pangan lokal tinggi karbohidrat yang berpotensi menjadi alternatif bahan baku campuran dalam pembuatan rice paper adalah tepung suweg. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik rice paper hasil formulasi tepung beras dan tepung suweg dengan perbandingan b/b (95:5); (90:10); (85:15); (80:20) dan (75:25). Metode penelitian yang digunakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap satu faktor. Data penelitian dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Varians)) pada  = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan formulasi tepung beras-suweg tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisikokimia (ketebalan, kuat tarik, daya rehidrasi, warna, kadar air, dan kadar aktivitas air). Formulasi tepung beras-suweg memberikan pengaruh nyata terhadap parameter sensori (warna, rasa, tekstur, dan rasa). Berdasarkan sifat fisikokimia dan sensori, formulasi tepung beras-suweg yang direkomendasikan adalah tepung beras-suweg b/b (95:5). Karakteristik rice paper yang dihasilkan adalah mempunyai ketebalan 0,43 mm, nilai kuat tarik 29,00 N, daya rehidrasi 10,33%, warna 43,53 (L*), -6,76 (a*), 1,73 (b*), kadar air 10,22%, dan nilai aktivitas air 0,21.
PEMANFAATAN LIMBAH DAGING BUAH PALA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL: PELUANG WIRAUSAHA Tsurrayya Ifti Utami; Rahmawati Rahmawati
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.292

Abstract

Produksi buah pala sangat melimpah dengan angka limbah daging buah pala yang cukup tinggi sehingga perlu dimanfaatkan karena daging buah pala mengandung senyawa fungsional. Salah satu produk yang banyak digemari masyarakat adalah minuman sari buah. Sari buah pala mempunyai kekurangan, yaitu rasanya asam, sepat, dan pahit juga warnanya pucat kurang menarik. Upaya untuk memperbaiki mutu dengan menambah sari nanas madu. Penelitian bertujuan memanfaatkan limbah daging buah pala menjadi minuman fungsional yang dapat dikomersialkan. Berdasarkan hal tersebut minuman sari pala dan nanas madu diuji mutunya berdasarkan karakteristik kimia, fisik, dan organoleptik. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor (perbandingan sari buah pala dan sari nanas madu = A1 (20:80), A2 (25:75), A3 (30:70), A4 (35:65), A5 (40:60)) dengan 3 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan sari buah pala dan sari nanas madu berpengaruh nyata terhadap pH, total padatan terlarut (TPT), aktivitas antioksidan, dan vitamin C, tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan (a*), tingkat kekuningan (b*), hedonik warna, aroma, rasa, skor mutu warna, aroma, dan rasa. Formulasi terpilih berdasarkan pengujian keseluruhan adalah perlakuan A3 (30:70) dengan nilai pH 4.20, TPT 0.40ºBrix, aktivitas antioksidan (IC50) 91.43 (kuat), dan kadar vitamin C 21.94 mg/100 mL, tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, dan rasa sebesar 78,9%. Hasil uji angka lempeng total 0 koloni/mL. Berdasarkan hasil, minuman ini berpeluang dijadikan minuman fungsional komersial
PERMEN WEDANG UWUH, PELUANG WIRAUSAHA BERBASIS BAHAN LOKAL Agnes Ovelien; Rahmawati Rahmawati
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 4 (2025): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol4.2025.443

Abstract

Wedang uwuh adalah minuman tradisional warisan budaya tak benda yang diresmikan tahun 2017 yang dikenal dan disukai masyarakat karena menyegarkan dan bermanfaat bagi kesehatan akibat mengandung antioksidan seperti flavonoid dan polifenol. Kekurangan minuman ini terdiri dari potongan bahan yang tidak bisa diminum sampai bersih sehingga membutuhkan perhatian khusus saat meminumnya. Tujuan penelitian membuat inovasi produk permen jelly berbasis bahan wedang uwuh sebagai peluang wirausaha dan mempelajari karakteristiknya. Metode penelitian eksperimen dengan variabel konsentrasi agar-agar tepung (0,6%, 0,8%, 1%, 1,2% dan 1,4%). Penelitian diulang tiga kali. Hasil menunjukkan konsentrasi agar-agar tepung berpengaruh nyata terhadap mutu tekstur, warna, aktivitas antioksidan dan uji hedonik (tekstur dan rasa). Produk terbaik ditemukan pada permen jelly wedang uwuh dengan konsentrasi agar-agar tepung 1,2% dengan karakteristik: rendemen 65,67%, gumminess 3278,39, warna permen nilai L* 22,04, a* 33,90 dan b* 5,56, kadar air 21,33%, dan aktivitas antioksidan 760,35 ppm, kadar abu 0,5%, aw 0,83, gula reduksi 12,32% yang sesuai dengan SNI 3547.2.2-2008 tentang kembang gula.