Amrizal Amrizal
STFI Sadra

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dimensi Ontologis-Etis Konsepsi Ketuhanan Islam: Analisis Hermeneutika Sintetis-Logis Fazlur Rahman dan al-Ṭabāṭabā’ī Amrizal Amrizal
ILMU USHULUDDIN Volume 6, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Himpunan Peminat Ilmu-Ilmu Ushuluddin (HIPIUS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.233 KB) | DOI: 10.15408/iu.v6i1.13255

Abstract

As as muslim, it is important to clear up the view of the Godness in Islam which is often misunderstood by some people. Its urgency not only as an enlightment for nonmuslim on Islam, moreover to some of muslim community today. One of those is the accusation which the conception of God in Islam is arbitrarily, cruel, desire to worshipped, requires to defensed brutally, etc. Fazlur Rahman has tried to answer this accusation using Synthetic-Logical Hermenenutics by describing three important conceptions about God in al-Qur’an, namely: the dependency of everything to God, the mercy of God, and the necessary relation between God and human. However, Fazlur Rahman elaborated Moral-Ethical aspect only, minus ontological aspect which is precisely important to answer the accusation above. This minus can be very well covered by `Allamah al-Ṭabāṭabā’ī’s Tafsīr. By the synthesis of both, the accusation is not only indisputable, but will provide a profound explanation on Godness in Islam. So, then it will appear that the conception of God in Islam not only has a dimension of theological-ethic but firmly philosophical-theoritic.
Wilayatul Faqih: Landasan, Implementasi, dan Kritik Amrizal Amrizal
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1627

Abstract

Republik Islam Iran adalah salah satu negara yang sangat berpengaruh dalam percaturan politik Timur-Tengah bahkan dunia saat ini. Minoritas dalam struktur kultural keagamanaan Islam ditambah embargo yang dilancarkan Amerika Serikat ternyata tidak menghentikan laju pengaruh negara ini. Di antara keistimewaan yang dimiliki Republik Islam Iran adalah sistem ketatanegaraannya yang mampu secara apik bersinergi dengan sistem ketatanegaraan yang lahir dari ajaran Filsafat Politik Modern. Bentuk negara Republik meniscayakan penerapan Trias Politica diiringi dengan penerapan nilai dan instrumen demokrasi untuk menyerap partisipasi rakyat dalam menentukan arah politik dan pemerintahan. Semua ini diwadahi dalam sistem Wilāyatul Faqīh yang murni lahir dari rahim pemikiran ajaran Syi`ah. Tulisan ini membahas landasan konseptual dan doktrinal Wilāyatul Faqīh, implementasinya dalam Republik Islam Iran, dan kritik yang dilancarkan padanya. Bahasan pertama akan membahas lompatan pemikiran yang memungkinkan doktrin Imāmah menemukan bentuknya yang baru melalui Wilāyatul Faqīh dalam politik praktis kontemporer. Bahasan kedua membahas imlementasinya sebagai acuan terhadap kritik yang muncul mengenainya. Bahasan ketiga akan menempatkan sejumlah kritik sesuai ranahnya sehingga di akhir bahasan bisa dihadirkan respon secara teoritis dan alternatif secara praktis yang memungkinkan atas kritik tersebut. Terlepas dari kelemahan yang dimilikinya saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa Wilāyatul Faqīh mampu menghadirkan suatu sintesis filosofis yang khas—bahkan hingga saat ini satu-satunya—antara Islam dan Barat modern. Sistem ini mampu menunjukan secara konkret bagaimana semestinya Filsafat Politik Islam diterapkan dan mampu berkompetisi dengan berbagai pengejawantahan ajaran Filsafat Politik lainnya.