Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Merumuskan Perspektif: Kontribusi Gagasan Kajian Bahasa Arab dan Sejarah dari Ilmuwan Nahdhliyin di Fakultas Adab dan Humaniora IAIN Syarif Hidayatullah Tahun 1970 – 2000 Hilmi Akmal; Kaula Fahmi; Johan Wahyudhi
CHRONOLOGIA Vol 7 No 1 (2025): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v7i1.22097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi para ilmuwan Nahdhiliyin (secara cara pandang bersinggungan dengan Nahdlatul Ulama) yang berkiprah di Fakultas Adab dan Humaniora, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam pengembangan wacana keilmuan sastra dan sejarah Islam di Indonesia pada paruh akhir abad ke-20. Fokus utama penelitian diarahkan pada peran akademisi NU dalam memperkaya kajian Bahasa Arab, praktik penerjemahan teks-teks klasik dan modern, serta pengembangan historiografi Islam dalam konteks pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah intelektual dengan menempatkan gagasan, karya tulis, dan praktik akademik para ilmuwan NU sebagai objek kajian utama. Metode penelitian meliputi studi arsip institusional Fakultas Adab, analisis karya ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan terjemahan, serta penelusuran konteks sosial-intelektual yang melingkupi aktivitas akademik mereka.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ilmuwan NU memainkan peran penting dalam membangun dan mematangkan wacana sastra di Fakultas Adab, khususnya sastra Arab dan bidang penerjemahan. Mereka tidak hanya memperkenalkan karya-karya sastra Arab klasik dan kontemporer, tetapi juga mengembangkan pendekatan interpretatif yang kontekstual dan historis. Di bidang sejarah Islam, kontribusi mereka tampak dalam penguatan kajian historiografi yang menggabungkan sumber-sumber Arab klasik dengan perspektif sosial dan budaya Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa kehadiran ilmuwan NU di Fakultas Adab turut membentuk tradisi keilmuan yang khas, integratif, dan berkelanjutan dalam pengembangan wacana sastra dan sejarah Islam.
Liquidation and Legal Liability: A Study of the Hajj Hospital of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Syifa Conita; Arif Saefudin; Imam Subchi; Ulva Fatiya Rosyida; Johan Wahyudhi
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.303

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the legal implications following the liquidation of PT Rumah Sakit Haji Jakarta and its transformation into Rumah Sakit Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. It also seeks to examine whether the liquidation process complies with Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. Research Methodology: This research applies a normative juridical method using statute and conceptual approaches. The study is based on literature review, utilizing primary legal sources such as Law Number 40 of 2007, Law Number 28 of 2007, and Minister of Religious Affairs Decree Number 459 of 2020. Secondary sources include books, academic journals, prior studies, and official reports, including the 2023 Liquidator Report. Data are analyzed qualitatively through a descriptive-analytical method to interpret legal norms and assess the liquidation process. Results: The findings indicate that the liquidation process was conducted in accordance with applicable laws and did not violate legal provisions. The use of circular shareholder resolutions aligns with Article 91 of Law Number 40 of 2007. The settlement of tax obligations, debts, and assets was completed properly. The transformation into a Public Service Agency (BLU) resulted in significant changes in legal status, governance, and asset ownership. Conclusions: The study concludes that the liquidation process is legally valid and consistent with corporate law. The involvement of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta remains lawful as long as the liquidation is executed by an authorized liquidator. The legal status shifts from private corporate law to public administrative law. Limitations: This study is limited to normative legal analysis without empirical data such as interviews or field observations. Contributions: This study contributes to the development of corporate and administrative law, especially in cases of non-conventional liquidation involving public institutions. It benefits academics, legal practitioners, and policymakers