Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi para ilmuwan Nahdhiliyin (secara cara pandang bersinggungan dengan Nahdlatul Ulama) yang berkiprah di Fakultas Adab dan Humaniora, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam pengembangan wacana keilmuan sastra dan sejarah Islam di Indonesia pada paruh akhir abad ke-20. Fokus utama penelitian diarahkan pada peran akademisi NU dalam memperkaya kajian Bahasa Arab, praktik penerjemahan teks-teks klasik dan modern, serta pengembangan historiografi Islam dalam konteks pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah intelektual dengan menempatkan gagasan, karya tulis, dan praktik akademik para ilmuwan NU sebagai objek kajian utama. Metode penelitian meliputi studi arsip institusional Fakultas Adab, analisis karya ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan terjemahan, serta penelusuran konteks sosial-intelektual yang melingkupi aktivitas akademik mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ilmuwan NU memainkan peran penting dalam membangun dan mematangkan wacana sastra di Fakultas Adab, khususnya sastra Arab dan bidang penerjemahan. Mereka tidak hanya memperkenalkan karya-karya sastra Arab klasik dan kontemporer, tetapi juga mengembangkan pendekatan interpretatif yang kontekstual dan historis. Di bidang sejarah Islam, kontribusi mereka tampak dalam penguatan kajian historiografi yang menggabungkan sumber-sumber Arab klasik dengan perspektif sosial dan budaya Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa kehadiran ilmuwan NU di Fakultas Adab turut membentuk tradisi keilmuan yang khas, integratif, dan berkelanjutan dalam pengembangan wacana sastra dan sejarah Islam.