Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Buletin Al-Turas

Beberapa Aspek Politik Muhammadiyah Hakim, Sudarnoto Abdul
Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v9i1.6888

Abstract

Sejak berdirinya tahun 1912, MUhammadiyah tidak prnah menjadi partai politik peserta Pemilu (kontestan). Meskipun demikian, dimensi politik MUhammadiyah tidak bisa diabaikan. Pilihan-pilihannya untuk bergerak di bidang sosial- keagamaan dan pendidikan dengan tingkat kepenganutan yang cukup besar telah menempatkan MUhammadiyah sebagai ormas Islam penting dan berpengaruh di Indonesia. Dengan demikian, implikasi politiknya pun tidak bisa diabaikan. Hal ini juga berarti bahwa sepanjang sejarahnya MUhammadiyah telah melampaui berbagai pengalaman politik yang cukup penting. Uraian ini berusaha mendiskusikan beberapa aspek politik MUhammadiyah.
Mencermati Festiva Rakyat Era Kekusaan Abbasyiah Sudarnoto Abdul Hakim
Buletin Al-Turas Vol 5, No 2 (1999): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v9i9.6915

Abstract

Iftitah , Upaya berbagai uapacara maupun perayaan (Festival) yang di selenggarakan masyarakat pada masa pemerintahan Abbasiyyah terutama anatara tahu 786 dan 902 . menjadi penting anatara lain untuk memperoleh gambaran tentang satu sisi dari hazanah sosial dan budaya masyarakat pada masa keemasan peradaban umat islam tersebut. Sudah bang tentu,gambaran berbagai perayaan inijuga sekaligus melukiskan dinamika tersebut nampak ada yang bersumber dari agama dan diselenggarakan secara sendiri-sendiri oleh penganut masing-masing agama yang ada (Islam,Kristen dan Yahudi). Akan tetapi, tidak sedikit juga di jumpai bahwa upacara atau perayaan-perayaan tersebut dilakukan secara bersama-sama tanpa memperdulikan perbedaan kepercayaan agama yang dianut . Bahkan , dijumpai juga beberapa perayaan tersebut sangat bersifat lokal dan tidak dianggap penting bagi kalangan masyarakat pada masa Abbasyiah, dan oeh sebab itutulisan ini lebih bercorak Informative.
Tinjauan Kriris Terhadap Buku Ajar SKI Di Madrasah Aliyah Karya MUrodi Sudarnoto Abdul Hakim
Buletin Al-Turas Vol 6, No 1 (2000): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v6i10.6885

Abstract

Buku ajar mata pelajaran Sejarah dan Kebudaya Islam (SKI) untuk Madrasah Aliyah disusun berdasarkan GBPP/ Kurikulum tahun 1994 dan hanya diberikan untuk kelas tiga saja. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 373 tahun 1993. Seperti buku ajar lainnya, buku ajar SKI berfungsi sebagai pegangan terutama bagi siswauntuk memplajari Sejarah dan Kebudayaan Islam. Melalui buku ajar ini, secara ideal siswa diharapkan akan memperoleh beberapa kemudahan. Pertama, kemudahan dalam mengakses sekaligus menyerap informasi penting utama) yang berul-betul dibutuhkan dalam memahami sejarah secara sitematis.Kedua, kemudahan dalam melakukan tracing sumber-sumber (literature) lain yang terkait dan relevan.
Mencermati Kembali Gerakan Islam Kontemporer Sudarnoto Abdul Hakim
Buletin Al-Turas Vol 1, No 2 (1995): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2711.515 KB) | DOI: 10.15408/bat.v1i2.6947

Abstract

Gerakan Islam Kontemporer tampaknya akan tetap menjadisalah satu topik perdebatan yang menarik perhatian berbagai kalangan. Hal ini tidak saja karena gerakan ini mengandung dimensi kehidupan yang luas, akan tetapi juga karena wataknya ynag sangat dinamis dan bahkan, sebagaimana pandangan sejumlah sarjana barat, merupakan ancaman bagi barat dan masyarakat modern secara umum. Begitu menarik dan kompleksnya gerakan Islam kontemporer ini, berbagai penelitian dan publikasi dilakukan secaraserius. bahkan dialog antara sarjana Barat dengan Timur (Muslim) dilakukan dalam rangka membangun pemahaman tentang Islam dan gerakan tersebut yang relatif lebih komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Religion and Modernization in Southeast Asia (Book Review) Sudarnoto Abdul Hakim
Buletin Al-Turas Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v2i4.6873

Abstract

the book which was written by Fred. R. Vonder Mehden, an Albert Thomas Professor of Political Science, at Rice University, Houston, is actually a result of efforts to understand the nature of th interrelationship of religion and modernization in Southeast Asia in the light of the theoritical assumptions presented by postwar social  scientists. It is no doubt that where as religions like Islam and Buddhism in countries such as Malaysia, Indonesia, and Thailand have acted both as inhibutors and agents of change, the social science literature spoke primarily to the negative role of rligion from the more possitive perspective. Mehden demonstrates the weakness of the theories developed by Social scientists in Western Europe and the U.S. without adequate field research and embodying major biases and misconceptionabout indigenous cultures and religions.
Masyarakat Islam Klasik Sudarnoto Abdul Hakim
Buletin Al-Turas Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3322.324 KB) | DOI: 10.15408/bat.v2i3.6954

Abstract

Masyarakat Islam sebenarnya telah dimulai dengan kehidupan nabi Muhammad pada abad ketujuh. Umat yang dibangun oleh nabitelah memberikan landasan bagi kerajaaan-kerajaan dan lembaga-lembaga sosial Islam yang muncul dan berkembang kemudian.Bahkan juga telah merupakan model ideal yang dicita-citakan oleh masyarakat Islam secara umum. Pola dasar  umat ketika itu memangtelah ditegakkan dengan kokoh. Seluruh aspek kehidupan secara langsung terkait dengan misi keimanan.
Religion and Modernization in Southeast Asia (Book Review) Hakim, Sudarnoto Abdul
Buletin Al-Turas Vol. 2 No. 2 (1996): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab and Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v2i4.6873

Abstract

the book which was written by Fred. R. Vonder Mehden, an Albert Thomas Professor of Political Science, at Rice University, Houston, is actually a result of efforts to understand the nature of th interrelationship of religion and modernization in Southeast Asia in the light of the theoritical assumptions presented by postwar social  scientists. It is no doubt that where as religions like Islam and Buddhism in countries such as Malaysia, Indonesia, and Thailand have acted both as inhibutors and agents of change, the social science literature spoke primarily to the negative role of rligion from the more possitive perspective. Mehden demonstrates the weakness of the theories developed by Social scientists in Western Europe and the U.S. without adequate field research and embodying major biases and misconceptionabout indigenous cultures and religions.