Ngamilah Ngamilah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Polemik Arah Kiblat dan Solusinya dalam Perspektif al-Qur’an Ngamilah Ngamilah
Millati: Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 1, No 1 (2016): Millati
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.458 KB) | DOI: 10.18326/mlt.v1i1.81-102

Abstract

Polemics Qibla kept rolling in the middle of the community, and also triggered by the errata Fahwa Indonesian Ulema Council (MUI) number 03 of 2010 on the Qiblah which among dictum states that lies geographically Indonesia is located in the eastern part of the Kaaba/Mecca, the mecca of the people Islam Indonesia is facing westward. Recently, the debate about the direction of Qibla is getting warmed up. Not only in certain areas, but has become a national issue. In determining the Qibla direction, no one tried to find the direction of Qibla to be exactly facing the Ka’aba (‘ain al-Ka’bah) so it should take a position toward the northwest, and some are found quite facing him alone (jihhah al-ka ‘bah), namely the west and prayers continue to be valid. Their reality thereby causing confusion among IndonesianMuslims. Given this reality it needed the guidance and explanation can assuage the anxiety of the people. Al-Quran and al-Sunnah be tumpuhan Qibla direction in the resolution of issues among the people. This article by referring to the interpretation and understanding of the verses of the Koran and the Sunna associated with the direction of Qibla, will try to enlighten people to the problems associated with determining the qibla direction
Menelisik Kerancuan Antara Pengamalan Ajaran Agama dan Berbudaya serta Idealitas Penyelenggaraan Diklat Multikultural Ngamilah Ngamilah
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 7 No 1 (2019): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.883 KB) | DOI: 10.36052/andragogi.v7i1.80

Abstract

Agama dan budaya, keduanya memiliki kaitan yang sangat erat. Karena keeratannya itu , sehingga sulit untuk dibedakan antara pengamalan ajaran agama atau sekedar berbudaya. Akibatnya terjadinya kerancuan antara pengamalan ajaran agama dan berbudaya dalam kehidupan bermasyarakat, beragama dan berbangsa tidak dapat dihindarkan. Bertitik tolak dari realitas ini maka kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk merumuskan pengertian agama dan budaya serta perbedaan antara keduanya, mendeskripsikan kerancuan yang terjadi di masyarakat terkait dengan pelaksanaan terhadap ajaran agama dan berbudaya, mendeskripsikan bagaimana memposisikan agama dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat, beragama dan bernegara. serta mendiskripsikan penyelenggaraan Diklat Multikultural yang ideal. Sebagai penelitian kualitatif, maka observasi, wawancara dan dukumentasi menjadi andalan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini. Pemikiran induktif, abstraktif ,logis dan sistematis merupakan ciri khas dalam penganalisaan data. Temuan pokok dalam penelitian ini adalah terjadinya kerancuan pemahaman terhadap agama dan budaya pada berbagai aspek kehidupan terkait dengan perilaku, etika berbusana dan aspek-aspek kehidupan lainnya yang asalnya budaya yang dimiliki oleh bangsa atau kelompok masyarakat tertentu.