Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGOBATI SAKIT DITENGAH KETERBATASAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN MODEREN DI PULAU MARE KOTA TIDORE Arlinah Madjid
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v7i2.2959

Abstract

Artikel ini bertujuan mengungkapkan cara pengobatan kesakitan pada masyarakat Pulau Mare yang yang meskipun berada di antara dua kota besar di Propinsi Maluku Utara namun aksessibilitas masyarakatnya pada layanan kesehatan masih minim. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumen. Hasil temuan menunjukkan bahwa aksesibilitas adalah salah satu faktor utama yang menghambat masyarakat di pulau-pulau kecil untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak dan memadai. Hal tersebut mengakibatkan banyaknya kasus kesehatan tidak terlayani dan tersembunyi dari laporan petugas kesehatan. Dalam menghadapi kendala geografis tersebut, masyarakat Pulau Mare memiliki sejumlah pengetahuan lokal yang telah digunakan selama bertahun-tahun untuk penanganan kesakitan sendiri. Data lapangan memperlihatkan terdapat dua kategori pengobatan di Pulau Mare yakni pengobatan medis dan pengobatan tradisional. Kedua kategori diasumsikan terpengaruh oleh tingkat pendidikan dan aksessibilitas warga terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Masyarakat di kedua desa memiliki kecenderungan yang berbeda dalam hal pemilihan cara pengobatan. Warga Mare Gam lebih cenderung memilih pengobatan medis sedangkan warga Mare kofo lebih memilih mempercayakan pengobatan tradisional dalam menyembuhkan kesakitan mereka. Pola pengobatan tradisional pada dasarnya sama antara Desa Mare Gam dan Desa Mare Kofo yakni bertumpu pada ritual Salai Jin, meski intensitas aktivitasnya lebih tinggi pada masyarakat Mare Kofo. Pengobatan tradisional terbagi atas dua yaitu pengobatan dengan metode ritual dan pengobatan dengan metode tanaman obat. Metode ritual sangat dipengaruhi oleh pandangan kosmologi masyarakat Mare akan penciptaan makhluk manusia, jin dan alam semesta. 
GAYA HIDUP KOMUNITAS SEPEDA MOTOR DI KOTA TERNATE DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KOMUNITAS MEREKA APRI SANDI; ARLINAH MADJID; SAFRUDIN ABDUL RAHMAN
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i1.4941

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya hidup komunitas motor di Kota Ternate, mengetahui persepsi masyarakat terhadap komunitas  sepeda motor di Ternate, dan mengetahui respons anggota komunitas sepeda motor terhadap pandangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, pengamatan, wawancara, studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan komunitas motor khususnya Ternate Tiger Club yang diteliti, merepresentasikan gaya hidup tertentu. Gaya hidup ini terlihat pada simbol-simbol yang dikenakan juga pada perilaku komunitas. Disamping itu, juga terdapat motif-motif individu untuk bergabung dalam komunitas. Komunitas sepeda motor seharusnya hidup berdampingan dengan masyarakat untuk bisa berkomunikasi antar sesama, saling membantu sesama warga masyarakat, dan dalam perkembangan interaksi sosial, hubungan antara suatu individu maupun kelompok justru sering mengalami pergesekan karena adanya perbedaan makna, perbedaan pandangan, dan perbedaan karakter dalam suatu lingkungan masyarakat.  Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai sebuah club motor, menjadi sebuah pemicu timbulnya tanggapan negative kepada sebuah club, walau hanya sebagian yang masyarakat yang kurang paham akan adanya club motor di daerah mereka, tapi club motor yang berdiri sejak 2003 ini terus melakukan sosialisasi, agar masyarakat yang kurang paham akan secara perlahan mengerti bahwa club ini bukanlah geng motor atau sebuah perkumpulan yang dapat meresahkan masyarakat.Kata kunci: Komunitas Motor, Gaya Hidup, Ternate