Noor Hujjatusnaini
Dosen FTIK Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSERVASI KAWASAN HUTAN DI LAMANDAU DENGAN KONSEP BIOREMIADIASI DAN ADAT DAYAK KAHARINGAN (Tajahan, Kaleka, Sapan Pahewan, dan Pukung Himba) Noor Hujjatusnaini
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB) | DOI: 10.33387/bioedu.v4i2.163

Abstract

Kawasan hutan di Lamandau mengalami beberapa kerusakan, meliputi flora dan fauna, maupun sistem perairannya. Kerusakan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya perambahan kawasan hutan sebagai lahan industri kelapa sawit dan sistem limbah cair industri kelapa sawit yang bermuara di sungai yang  mengakibatkan  penurunan  kualitas  air,  sedimentasi  di  perairan  sebagai akibat dari tambang pasir dan tambang emas di sepanjang sungai yang mengakibatkan pendangkalan muara sungai dan pencemaran sungai berupa kadar merkuri yang diambang batas. Untuk dapat mengatasi permasalahan agar kerusakan tidak berlanjut, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan konservasi. Beberapa penelitian untuk mengatasi kerusakan sistem perairan dilakukan   dengan   konservasi   menggunakan   konsep   bioremidiasi.   Untuk kerusakan kawasan hutan meliputi pelestarian flora dan fauna di Lamandau, masyarakat khas suku Dayak mempunyai  upaya konservasi dengan cara Tajahan, Kaleka, Sapan Pahewan dan Pukung Himba.