Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rancang Bangun Multi Frekuensi Rectenna Untuk Energy Harvesting Gelombang Elektromagnetik Sukriyah Buwarda; Asmawaty Azis
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2021): PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v8i1.2534

Abstract

The increasing need for electrical energy encourages the birth of methods to utilize various forms of energy available in nature called energy harvestin. One of them is from electromagnetic waves that are massif used daily by the community. In this study, a rectifier antenna (rectenna) was created using a 5-stage voltage doubler method with the aim of generating DC electrical energy from the input of electromagnetic waves that propagate freely in the air. Electromagnetic waves are captured using two types of antennas with the aim of capturing different frequencies, namely UHF TV antennas with a working frequency of 470-806 MHz and WiFi antennas with a working frequency of 2400 MHz commonly used by the public. Because testing is conducted in open spaces, where environmental change conditions greatly affect the captured electromagnetic geombang encroachment, DC electrical power tends to change during testing. The largest DC electricity generated by WiFi antenna input is 1,420V and the average voltage is 231.7mV/min with a distance of 90cm from the largest frequency source and UHF TV antenna is 648mV and the average voltage is 478.16mV/min with a distance of 0 cm from the largestfrequency source
Voice Recognition Untuk Otomatisasi Sistem Pengakses Pintu Indah Purwitasari Ihsan; Sukriyah Buwarda; Hilda Novianty; Ifsan Aditya Putra
JSAI (Journal Scientific and Applied Informatics) Vol. 4 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsai.v4i1.1318

Abstract

Penggunaan kunci manual sebagai pembuka dan pengunci pintu masih belum optimal. Masalah yang sering terjadi adalah pemilik kunci sering kali lupa dimana menyimpan kunci bahkan hingga terjadi kehilangan kunci. Sistem biometrik pola suara memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda pada setiap manusia, maka suara dapat dijadikan salah satu alternatif solusi, yaitu suara sebagai kunci untuk membuka pintu secara otomatis sehingga lebih efisien. Otomatisasi sistem pengunci pintu dibuat menggunakan Elechouse v3 yang berfungsi sebagai voice recognition serta Solenoid lock door sebagai pengunci otomatis pada pintu. Hasil pengujian fungsional menggunakan black box menunjukkan bahwa seluruh alat yang dirangkai berfungsi sesuai fungsinya. Pengujian tingkat keberhasilan sistem dilakukan menggunakan variable derau, non derau dan jarak. Pada data training tingkat keberhasilan sistem ini jika tanpa derau adalah 100%, sedangkan dengan derau 50.0 dB hingga 70 dB rata-rata tingkat keberhasilannya adalah 56,2%. Untuk jarak 30 cm sampai 180 cm rata-rata keberhasilannya sebesar 40,51%. Jarak terjauh adalah pada jarak 150 cm dengan presentase keberhasilan 5%. Pada data testing tingkat keberhasilannya jika tanpa derau adalah 0%, sedangkan dengan derau 50.0 dB hingga 70 dB rata-rata tingkat keberhasilannya adalah 1,9%. Untuk jarak 30 cm sampai 180 cm rata-rata keberhasilannya sebesar 0%.The use of manual locks as door openers and locks is still not optimal. The problem that often occurs is that the key owner often forgets where to store the key and even loses the key. The voice pattern biometric system has different characteristics for each human, so sound can be an alternative solution, namely voice as a key to open doors automatically so that it is more efficient. Door lock system automation is made using Elechouse v3 which functions as voice recognition and Solenoid door lock as automatic locking of doors. The results of functional testing using a black box show that all the tools assembled function according to their function. Testing the success rate of the system is carried out using noise, non-noise and distance variables. In the training data, the success rate of this system without noise is 100%, while with a noise of 50.0 dB to 70 dB the average success rate is 56.2%. For a distance of 30 cm to 180 cm the success rate is 40.51%. The farthest distance is at a distance of 150 cm with a success percentage of 5%. In the testing data, the success rate without noise is 0%, while with a noise of 50.0 dB to 70 dB the average success rate is 1.9%. For a distance of 30 cm to 180 cm the success rate is 0%. 
AZTS DENGAN METODE SOL-GEL SEBAGAI LAPISAN BUFFER BEBAS CADMIUM PADA SEL SURYA CZTS Sukriyah Buwarda
Jurnal Keteknikan dan Sains (JUTEKS) Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Keteknikan dan Sains - Februari 2019
Publisher : LPPM Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.568 KB)

Abstract

Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk melakukan sintesis material lapisan penyusun struktur sel surya yakni pada lapisan absorber dan lapisan buffer yang memiliki peran besar terhadap pencapaian efisiensi suatu sel surya. Pada lapisan absorber digunakan material CZTS (CuZnSnS4) sebagai generasi baru dari material CIGS (Cu(In,Ga)S) yang saat ini sedang menjadi topik penelitian di seluruh dunia karena keberadaan materialnya yang berlimpah di alam dan biaya manufacturing-nya yang relatif lebih murah. Bahan ini digunakan sebagai pengganti material CIGS yang walaupun efisiensinya telah mencapai 22.6%, namun material tersebut sangat langka dan harganya relatif mahal. Beberapa aspek yang berpengaruh pada efisiensi sel surya antara lain thickness, target material, stacking order dan barrier layer. Demikian pula pada lapisan buffer digunakan material lain pengganti Cd-S karena berdasarkan hasil penelitian bahwa material Cd-S mengandug kandungan logam berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup dan lingkungan. Kombinasi yang dilakukan untuk memperoleh lapisan buffer yang optimum antara lain thickness, proses annealing, dan pengaturan temperatur. Metode yang digunakan adalah sol-gel method pada setiap layer. Kombinasi beberapa metode yang direkomendasikan dapat memperoleh sel surya yang memiliki lapisan absorber CZTS (CuZnSnS4) yang low cost manufacturing dan lapisan buffer yang bebas Cadmium Sulfida (Cd-S)