Mochamad Samsukadi
Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Jombang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sahih Bukhari dan Sahih Muslim (Analisis Metodologis Kitab Hadis Otoritatif Hukum Islam) Mochamad Samsukadi
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dasar  hukum  Islam  paling  otoritatif  setelah  al-Quran  adalah Hadis  Nabi  Muhammad  SAW.  Itu  telah  menjadi  kesepakatan  para  ulama dari masa ke masa sampai saat ini. Berbicara tentang Hadis Nabi tidak bisa dilepaskan  dari  dua  kitab  kodifikasi  Hadis  paling  poluler,  yaitu  Sahih Bukhari  dan  Sahih  Muslim.  Kedua  kitab  tersebut  menjadi  rujukan  primer dalam  penentuan  hukum  Islam.  Artikel  ini  berusaha  mengkaji  kedua  kitab tersebut  dari  aspek  metodologinya.  Dengan  mengunakan  metode  analisis konten,  didapatkan  bahwa  Sahih  Bukhari  dan  Sahih  Muslim  adalah  dua kitab  hadis  yang  menerapkan  standar  verifikasi  paling  ketat  dalam menentukan kualitas hadis. Standar itu belum pernah dilakukan oleh ulama sebelumnya  maupun  sesudahnya.  Hadis  yang  dihimpun  di  dua  kitab  ini merupakan  hadis  pilihan  dan  terbaik  dalam  setiap  babnya.  Walaupun demikian  bukan  berarti  semua  hadis  yang  dihimpun  dalam  kedua  kitab tersebut berkualitas sahih.
PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENGABULKAN PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN ANAK DI BAWAH UMUR BERDASARKAN UU NO. 1 TAHUN 1974 DI PENGADILAN AGAMA KABUPATEN MADIUN Mochamad Samsukadi; Sabrianto Sabrianto
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3, No 2 (2018): OKTOBER
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinanmerupakan fitrahmanusiayangdiberikankepadasetiapmanusia untukmelengkapisatusamalain.untukmelaksanakanperkawinanUUNomor1Tuhun 1974menetapkanseorangyangtelahberumur19tahununtukpriadan16untukwanita. Namunadapenyimpangan yangterjadidimasyarakatdandiharuskanmengajukan dispensasikawinkePengadilanAgama.Untukmengizinkan perkawinaninihakim memilikipertimbanganyang  menjadiketertarikanpenulisatasalasandikabulkannya dispensasitersebutataspenyimpanganundang-undangNomor1Tahun1974   tersebut. Untukmencaritahudasarpertimbangan itupenulismenggunakanpenelitiankualitatif denganmetodeobservasi,wawancara danpengambilan dokumentasi langsungkelokasi penelitian. Dalampenelitianinipenulismengambil penelitiandiPengadilanAgama Kabupaten MadiunyangpenulisketahuibahwadiPengadilan AgamaKabupaten Madiun adayangmengajukanpermohonandispensasikawin.Denganpertimbangannya hakim mengacupadaduapertimbangan yaitupertimbangan yuridisdannonyuridis.Dandari hasilpenelitianpenulispenyarankan khususnyakepadamasyarakatuntuktaatterhadap undang-undang.
Efektifitas Mediasi dalam Menyelasaikan Konflik Pernikahan di Pengadilan Agama Jombang Tahun 2013-2014 Mochamad Samsukadi; Ahmad Abdu
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1, No 1 (2016): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mediasi mempunyai peran penting dalam menyelesaikan perselisihan yang terjadi di antara suami dan istri di luar meja pengadilan. Sejak diberlakukan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2009, mediasi mendapatkan posisi yang strategis dalam proses peradilan di Pengadilan Agama. Putusan cerai hakim Pengadilan Agama dapat dibatalkan jika proses mediasi diabaikan oleh pihak yang berperkara. Namun, waluapun demikian apakah mediasi mampu menekan angka perceraian di Indonesia? Di sini peneliti mengkaji efektifitas mediasi di Pengadilan Agama Jombang sepanjang tahun 2013-2014. Penelitian ini mengambil data primer dari praktik mediasi di Pengadilan Agama Jombang sepanjang tahun 2013-2014 dan didukung sumber-sumber yang relevan sabagai data sekunder. Data yang didapat, setelah dipaparkan dan direduksi, dianalisis dengan mengunakan teori efektifitas hukum Soejono Soekanto. Hasil analisis menunjukkan bahwa efektifitas mediasi dapat dilihat dari dua segi, yakni dari segi fungsi dan dari segi hasilnya. Dari segi fungsi, mediasi di Pengadilan Agama Jombang tahun 2013-2014 sudah efektif, namun dari segi hasilnya masih sangat minim kasus yang dimediasi berakhir islah dan tidak sampai terjadi perceraian.