Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PUPUK RUMAH KOMPOS UIN JAKARTA E, Elpawati; Muhammad Herlambang; Ahmad Mahbubi
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 7, No 1 (2013): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.632 KB) | DOI: 10.15408/aj.v7i1.5173

Abstract

Tujuan dari dilakukanya penelitian ini adalah: Mengetahui Faktor-faktor Internal dan Eksternal yang menjadi Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman bagi Rumah Kompos UIN Jakarta. Mengetahui posisi Rumah Kompos UIN Jakarta berdasarkan Matrik IE dan sembilan sel strategi. Merumuskan Alternatif Strategi Pengembangan bisnis yang tepat untuk diterapkan pada Rumah Kompos UIN Jakarta. Metode dan analisis yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu: Tahapan masukkan (Input Stage) yang terdiri dari Matrik EFE (External Factor Evaluation) dan Matrik  IFE (Internal Factor Evaluation). Tahap pencocokan (Matching Stage) yang menggabungkan faktor eksternal dan internal perusahaan, yang terdiri dari Matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan Matrik IE (Internal, External). Tahapan penentuan prioritas strategi perusahaan (Decision Stage) berdasarkan jumlah alternative strategi dengan menggunakan metode QSPM (Quantitative Strategic Planing Matrix). Berdasarkan hasil perhitungan matriks IFE Kekuatan utamanya adalah visi-misi dan lokasi perusahaan yang dimiliki  Rumah Kompos, total nilai 0.40. Sedangkan  hasil perhitungan matriks EFE Peluang sangat  berpengaruh terhadap pengembangan Rumah Kompos adalah kebijakan pemerintah program Go Organik 2010 dengan total nilai 0.30. Ancaman yang berpengaruh pada rumah kompos adalah perubahan cuaca dan iklim dengan total nilai  0.44. Hasil Matriks QSPM Prioritas utama yang dapat dijalankan Rumah Kompos adalah: (1) Peningkatan Kualitas Dan Kapasitas Produksi dengan total skor  6.986 (2) Pengembangan Pasar dengan skor 6.913 (3) Kerjasama Dengan Mitra Dan Pemasok dengan skor 6.020 (4) Merekrut Tenaga Kerja Baru dengan skor  5.293 (5) Memperbaiki Sistem Manajemen Guna Menahan Persaingan Luar dengan skor 4.893 (6) Menata Ulang Struktur Organisasi, Pembagian Tugas Sesuai Dengan Sop dengan skor 4.740.
PREVENTIVE RISK MANAGEMENT STRATEGY FOR HYDROPONIC LETTUCE PRODUCTION AT CV SPIRIT WIRA UTAMA TANGERANG SELATAN BANTEN Lilis Imamah Ichdayati; Muhamad Mahardika Abhirama; Armaeni Dwi Humaera; Zulmanery Zulmanery; Ahmad Mahbubi
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 22, No 1 (2025): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v22i1.86437

Abstract

Agribusiness companies face various risks during their production period, which can harm their operations. For instance, CV Spirit Wira Utama, a company engaged in lettuce production, experiences an average of 25% harvest loss due to unmarketable quality. Therefore, preventive measures are necessary to reduce the impact of risk losses. This study aims to identify and measure the risks associated with hydroponic lettuce crop production, map them, and develop preventive risk management strategies. The research design used primary data sources from CV Spirit Wira Utama in South Tangerang, Banten. Data collection involved observation, systematic interviews, and structured questionnaires. Risk measurement was carried out during the lettuce production process using hydroponic systems. The analysis tool used fishbone diagrams, house of risk (HOR), and Pareto diagrams. The results showed that there were 35 risk events and 41 risk agents in lettuce crop production. The preventive risk management strategy should be given to the highest risk measurement value, which is the water temperature in the nutrient toren exceeding 27 C. The risk mapping results obtained a total of 22 risk agents with an impact of 80%, making them a top priority for risk prevention strategies. There are 29 risk prevention strategies available to prevent future risk events. This study's results are vital as the combination of three analytical tools can detect in detail the risks that arise and their impact. This information can help mitigate these risks and serve as a basis for preparing production risk SOPs.