adrika aini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Kaidah Rasm Surat Yasin dalam Naskah Mushaf al-Qur’an Koleksi Pondok Pesantren Tebuireng adrika aini
Studia Quranika Vol 5, No 1 (2020): Studia Quranika
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/studiquran.v5i1.3627

Abstract

This research explains the characteristic model of rasm in copying Mushaf al-Qur'an Pesantren Tebuireng collection. The object of this research is Surat Yasin. This Research will try to see the use of rasm in copying based on the rules described by Imam al-Suyuti in his temple al-Itqan. This study concluded that the copying of the Mushaf al-Qur'an collection of Pondok Tebuireng used Imla'i form in hazf rules or remove letters. However, in other rules, the rule of rasm usmani part ziyadah, hamz, badl, al-Fasl wa al-Wasl, and qiraat were using the form of a rasm usmani.
Kaidah Rasm Hazf Alif dalam Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Kuno Koleksi Pondok Pesantren Tebuireng Adrika Aini
Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin Vol 19, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jiiu.v19i1.3408

Abstract

Penelitian ini memaparkan mengenai model penggunaan kaidah rasm dalam hazf dan itsbatalif pada tiga surat, yakni surat Yasin, ar-Rahman, dan al-Waqiah. Objek kajian penelitian ini adalah mushaf standar Indonesia (MSI) yang dibuat oleh Kementrian Agama dan mushaf kuno yang ada di pondok pesantren Tebuireng (MQT). Pengambilan dua objek mushaf ini bertujuan sebagai langkah awal melihat perkembangan penggunaan rasm dalam mushaf di Indonesia yang dimulai dari mushaf kuno sampai terbentuknya mushaf standar Indonesia. Dari hasil analisis peneliti dalam melihat penerapan kaidah hazfdan itsbatalif pada dua mushaf tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa mushaf standar Indonesia melakukan kaidah campuran dalam penulisan alif. Sedangkan mushaf kuno koleksi pondok pesantren Tebuireng lebih cenderung melakukan penetapan (itsbat) alif.