Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dasar-Dasar Penyuluhan Islam Enjang AS
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 4, No 14 (2009): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v4i14.419

Abstract

One of da’wah form that can't forgotten its function for people development called Islamic counselling( irsyad ). The practice of this da’wah form need to be done with professional's manner, because in fact although task of frequent counselling entrusted with prominent of religion, but then if look to development goals attainment therefore that professionalism charge still has continually be built and  developed. At least, there  are three  available unsure that important to be made as counselling basic: (1 ) People have to know what do be passed on extension agents, (2 ) People have to know why such a that something, and (3 ) people have to want and able to do that something.
Pengembangan Masyarakat Islam dalam Sistem Dakwah Enjang AS
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 5, No 18 (2011): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v5i18.375

Abstract

Da’wah is awareness consfectus of human with dedication and the high commitment of their religion for developing prosperity of humans life and full with sense of justice. In applicate, for achieving that, can be done throught tathwir approach, that is the effort to empower or develop the quality of Islamic society that render khairu ummah based individual quality (khairul bariyyah). This condition will be achieved if iman, islam and taqwa transformated to value in individual, group, and social life, wuth so that the humans are placed on humanity position (fitri).
Komunikasi Virtual Pada Masa Pandemi Covid-19 Ridwan Rustandi; Enjang AS
AL-IBANAH Vol. 8 No. 1 (2023): JOURNAL AL-IBANAH
Publisher : Lembaga P3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.291 KB) | DOI: 10.54801/ibanah.v8i1.163

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi karena banyak berubahnya tatanan kehidupan terutama dalam aspek komunikasi akibat Pandemi Covid-19. Pandemi ini, menjadikan hampir segala urusan dilakukan melalui daring. Sehingga dapat dianalisis bahwa bagaimana dampak dari pandemi mempengaruhi efektivitas komunikasi virtual dalam kehidupan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh Covid-19 dalam komunikasi virtual, dan pemanfaatan media komunikasi virtual pada masa pandemi. Dari hasil riset penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pandemi Covid-19 memiliki dampak yang cukup besar terhadap komunikasi virtual. Banyak kegiatan yang akhirnya dialihkan melalui media virtual. Seperti sekolah, kursus, les privat, dan bekerja. Semua aspek kegiatan saat ini menjadi bergantung pada media virtual seperti zoom, google meet, classroom, whatsapp, dan tiktok. Minat dan kecanduan para remaja kepada game online pun akhirnya semakin meningkat. Metode Penelitian yang dipilih oleh penulis menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan jawaban dari fenomena sosial yang terjadi. Hasil Analisis diambil dari interpretasi penggambaran penjelasan keterangan dari data yang telah diriset.
Komunikasi Virtual Pada Masa Pandemi Covid-19 Ridwan Rustandi; Enjang AS
AL-IBANAH Vol. 8 No. 1 (2023): JOURNAL AL-IBANAH
Publisher : Lembaga P3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.291 KB) | DOI: 10.54801/ibanah.v8i1.163

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi karena banyak berubahnya tatanan kehidupan terutama dalam aspek komunikasi akibat Pandemi Covid-19. Pandemi ini, menjadikan hampir segala urusan dilakukan melalui daring. Sehingga dapat dianalisis bahwa bagaimana dampak dari pandemi mempengaruhi efektivitas komunikasi virtual dalam kehidupan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh Covid-19 dalam komunikasi virtual, dan pemanfaatan media komunikasi virtual pada masa pandemi. Dari hasil riset penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pandemi Covid-19 memiliki dampak yang cukup besar terhadap komunikasi virtual. Banyak kegiatan yang akhirnya dialihkan melalui media virtual. Seperti sekolah, kursus, les privat, dan bekerja. Semua aspek kegiatan saat ini menjadi bergantung pada media virtual seperti zoom, google meet, classroom, whatsapp, dan tiktok. Minat dan kecanduan para remaja kepada game online pun akhirnya semakin meningkat. Metode Penelitian yang dipilih oleh penulis menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan jawaban dari fenomena sosial yang terjadi. Hasil Analisis diambil dari interpretasi penggambaran penjelasan keterangan dari data yang telah diriset.
Analisis Semiotika NFT (Non-Fungible Token) Cryptopunks Berdasarkan Konten Komunikasi Visual sekar kinanti; Enjang AS; Moch Fakhruroji
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 2 No. 2 (2023): JISSC-DIKSI Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v2i2.205

Abstract

Tahun 2021 merupakan tahun yang progresif untuk Non-Fungible Token (NFT) ditandai dengan meningkatnya antusias jual beli dari berbagai NFT di pasar (marketplace) blockchain. Jumlah kasus penggunaan NFT juga semakin meningkat kian harinya dan mengingat teknologi ini relatif baru, sehingga banyak ruang yang masih belum dieksplorasi. Untuk saat ini ranah utama dari penggunaan NFT adalah sebagai barang seni, koleksi, item dalam game dan dunia virtual. Salah satu pionir dan penggerak industri ini adalah Cryptopunks. Project ini diluncurkan pada 2017 oleh pendiri Larva Labs Matt Hall dan John Watkinson. Cryptopunks adalah sebuah asset digital non-fungible (NFT) dalam jaringan Ethereum yang terinspirasi dari skena punk Di London. Pengenalan CryptoPunks mendorong pengembangan token ERC-721. CryptoPunks sendiri terdiri dari 10.000 karakter dan fitur unik yang berfokus pada gaya punk 8-bit. Masing-masing dari aset ini memiliki fitur dan aksesori uniknya sendiri dan tidak ada yang sama satu dengan yang lain. Terlepas dari kurangnya utilitas dari NFT ini, namun nilai proyek dan ekosistem NFT (Non-Fungible Token) melebihi $1,95B (€1,60B), menurut perkiraan para peneliti di Institute For the Future (IFF) di Universitas Nikosia.[1] Hal demikian memunculkan banyak pertanyaan salah satunya adalah apa yang mendasari kepopularitasan dari proyek ini? Hal ini tentu layak untuk dikaji mengutip dari Antonis Polemitis, Direktur IFF dan CEO University of Nicosia (UNIC) mencatat: "NFT sudah menjadi industri multi-miliar dolar, kami percaya bahwa, dari waktu ke waktu, NFT akan diperluas dari seni dan koleksi untuk mewakili berbagai aset, layanan, dan komunitas.”