Komaruddin Hidayat
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Indonesia and Two Great Narratives on Islamic Studies Komaruddin Hidayat; Dadi Darmadi
Studia Islamika Vol 26, No 1 (2019): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v26i1.11122

Abstract

There are at least two interesting facts about Indonesia and the Muslim world. First, Indonesia is the largest Muslim country in the world. With more than 260 million people, Indonesia is the 4th most populous country in the world, and here Islam is the most adhered to religion. With approximately 87 % of its population are Muslims, the largest Muslim population in one country lives in Indonesia.Second, a large number of Muslim majority countries are not Arabs. According to the Pew Research Center, approximately 20 percent of Muslims live in Arab countries. Turkey and Iran, two non-Arab countries, are the largest Muslim-majority countries in the Middle East. Meanwhile, South Asia and Southeast Asia cover around 62 percent of the world’s Muslims. Indonesia alone is home to 12.7 percent of all world’s Muslims.These two facts show Indonesia’s unique position in the Islamic world. On the one hand, Indonesia is one of the farthest countries from the Arab World, but Islam that comes from there has been deeply rooted in the daily lives of many Indonesian Muslims. On the other hand, Indonesia which was colonized for more than three hundred years by Western colonialism, did not take for granted the influence of Arab cultures, and even more in contact with modernity, both directly and indirectly introduced by way of colonialism. 
Perkembangan Pemikiran Islam Kontemporer Komaruddin Hidayat
Refleksi Vol 1, No 3 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3583.483 KB) | DOI: 10.15408/ref.v1i3.14297

Abstract

Para pengamat Barat khususnya seringkali mengalami kesulitan untuk memberikan deskripsi mengewani wajah dunia Islam, termasuk format pemikiran dominan yang merepresentasikan mainstream gerakan Islam.
Hermeneutical Problems of Religious Language Komaruddin Hidayat
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 38, No 1 (2000)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2000.381.1-13

Abstract

Artikel ini membahas masalah-masalah hermeneutic bahasa agama. Hermeneutik merupakan tradisi berpikir atau refleksi filosofis yang mencoba menjelaskan konsep pemahaman dengan medium bahasa berupa penjelasan, penerjemahan, atau pengungkapan kembali. Karena itu, salah satu masalah epistemologis dalam hermeneutik adalah bagaimana mengungkapkan arti sebenamya dari teks dan para pembacanya dapat memahaminya dengan benar.  Peran interpretasi harus mengubah sesuatu yang tidak dikenal, jauh dan samar menjadi sesuatu yang nyata, dekat dan jelas. Tidak ada teks yang bebas dari bias sosiologis dan psikologis. Karena itu, salah satu masalah epistemologis adalah apa pembenaran bahwa suatu teks tertentu mengungkapkan kebenaran dan di sisi lain dipahami oleh para pembacanya?  Artikel ini menggunakan hermeneutik Gadamerian karena, pertama,  pilihan subyektif penulis; kedua, teori hermeneutik dapat memahaman al-Qur'an dalam pandangan baru yang lebih kaya. Untuk memahami al-Qur'an,  pembaca akan dituntun dulu oleh bahasa, termasuk tata bahasa dan semiotiknya. Tuntunan lain adalah peta historis dan psikologis Muhammad s.a.w .. Setelah itu, pembaca harus berinteraksi dengan kandungan teks. Hermeneutik menganjurkan antara "pikiran al-Qur'an" dan "pikiran pembaca" untuk saling mendengarkan, toleransi dan respek lalu dilanjutkan dengan tahap sintesis. Paling tidak ada empat jenis interpretasi: Pertama, interpretasi sebagai penafsiran makna yang unik. Kedua, interpretasi sebagai penafsiran makna kedua dengan menambah arti literal yang pertama. Ketiga, interpretasi sebagai makna tambahan, yaitu, menafsirkan teks yang selalu mempunyai makna yang beragam. Keempat, interpretasi yang bukan berupa menafsirkan tapi menemukan makna. Memahami pemikiran Gadamerian bukanlah mengambil obyek dari luar diri kita tapi dari dalam diri kita. Bahasa dan tradisi adalah rumah eksistensi kita. ini, kita dapat menyatakan bahwa al-Qur'an adalah penjelmaan pikiran Tuhan dalam sejarah, mengunjungi manusia dan mengajak mereka untuk mengadakan dialog dan menjelajahi sejarah. Pertanyaan dan jawaban dialektis menunjukkan hubungan timbal balik sebagaimana percakapan sebagai model fenomena herrneneutik. Teks berbicara seperti lawan bicara dalam dialog. Hal ini juga berlaku dalam memahami al-Qur'an. Untuk memahami al-Qur' an yang diturunkan pada masa lalu dan dalam budaya asing berarti mengundangnya ke dalam konteks kita dan kemudian membangun perpaduan atau berbagi pandangan untuk menatap masa depan.
Perkembangan Pemikiran Islam Kontemporer Komaruddin Hidayat
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 1, No 3 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v1i3.14297

Abstract

The study of contemporary Islamic thought explores the dynamic and evolving nature of Islamic intellectualism in the modern world. This field examines how Muslim scholars and thinkers address current issues, reinterpret classical texts, and interact with global trends and ideologies. Key areas of focus include the engagement with modern science and technology, the challenges of globalization, the pursuit of social justice, and the reinterpretation of Sharia in contemporary contexts. By analyzing the contributions of various contemporary Muslim thinkers, this study aims to understand the ongoing development and transformation of Islamic thought and its implications for the Muslim world and beyond.