Bustamin Bustamin
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kesetaraan Jender: Studi atas Pemikiran Qasim Amin Bustamin Bustamin
Refleksi Vol 3, No 2 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i2.25763

Abstract

Kesetaraan jender yang dimaksud dalam tulisan ini adalah kesejajaran laki-laki dengan perempuan yang merupakan produk budaya suatu masyarakat, tidak termasuk yang bersifat biologis dan kodrati. Kajian tentang kesetaraan jender saat ini sudah menjadi isu populis, namun pada masa Qasim Amin, tahun 1898 M atau satu abad yang lalu khususnya di Mesir, istilah itu belum menjadi wacana yang diperhatikan.
Islam di Jawa Hubungannya Dengan Dunia Melayu Bustamin Bustamin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 1 June 2016
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2488.985 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i1.15176

Abstract

Islam di Asia Tenggara mempunyai daya tarik untuk diteliti, karena tidak hanya sekedar tempat bagi agama besar dunia –Islam, Budha, Kristen dan Hindu—tetapi juga penyebarannya sedemikian rupa sehingga ikatan-ikatan yang mempersatukan pengikutnya dapat mengaburkan dan sekaligus menegaskan batas-batas perbedaan politis dan teritorial. Dalam masalah ini kasus Islam adalah yang paling menarik, mengingat para pengikutnya terdapat di hampir semua negara Asia Tenggara dalam jumlah yang besar. Penelusuran kembali sumber-sumber lokal yang berhubungan dengan  kesultanan di Jawa menjadi penting dilakukan. Dengan penelusuran ini diharapkan akan diperoleh data dan fakta mengenai sejarah awal dan perkembangan Islam di Jawa. Data dan fakta tersebut kemudian diidentifikasi, dideskripsikan, diverifikasi, dan dihadirkan sebagai bukti sejarah yang dapat dipercaya. Dalam rangka penelusuran data dan fakta tersebut, ISMA mengadakan seminar Islam di Asia Tenggara, salah satunya adalah Islam di Jawa, yaitu datang, masuk dan berkembangnya.
Kesetaraan Jender: Studi atas Pemikiran Qasim Amin Bustamin Bustamin
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 3 No. 2 (2001)
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i2.25763

Abstract

Kesetaraan jender yang dimaksud dalam tulisan ini adalah kesejajaran laki-laki dengan perempuan yang merupakan produk budaya suatu masyarakat, tidak termasuk yang bersifat biologis dan kodrati. Kajian tentang kesetaraan jender saat ini sudah menjadi isu populis, namun pada masa Qasim Amin, tahun 1898 M atau satu abad yang lalu khususnya di Mesir, istilah itu belum menjadi wacana yang diperhatikan.
Batas Koersi Negara dan Hak Individu: Perbandingan Libertarianisme Robert Nozick dan Konstitusionalisme Islam Abdullahi Ahmed An-Naʿim Raihan Aditya; Rahmat Hidayatullah; Bustamin Bustamin
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol. 8 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/paradigma.v8i1.46921

Abstract

This article compares Robert Nozick and Abdullahi Ahmed An-Naʿim on individual rights and the limits of state coercion. This library-based study employs a comparative conceptual analysis of Anarchy, State, and Utopia and Islam and the Secular State. The findings demonstrate that both thinkers restrict coercive state power, although they rely on different foundations and protect different domains. Nozick understands rights as side constraints grounded in self-ownership; the state may therefore neither impose redistributive arrangements nor pursue paternalistic objectives. An-Naʿim grounds rights in equal citizenship, constitutionalism, and human rights; the state may therefore not enforce religious doctrine as public law. Unlike Nozick’s minimal state, however, An-Naʿim retains a broader state role in protecting equality and social justice. The article identifies two models of limiting coercion: Nozick’s proprietary-rights model and An-Naʿim’s citizenship-rights model.
Islam di Jawa Hubungannya Dengan Dunia Melayu Bustamin Bustamin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i1.15176

Abstract

Islam di Asia Tenggara mempunyai daya tarik untuk diteliti, karena tidak hanya sekedar tempat bagi agama besar dunia –Islam, Budha, Kristen dan Hindu—tetapi juga penyebarannya sedemikian rupa sehingga ikatan-ikatan yang mempersatukan pengikutnya dapat mengaburkan dan sekaligus menegaskan batas-batas perbedaan politis dan teritorial. Dalam masalah ini kasus Islam adalah yang paling menarik, mengingat para pengikutnya terdapat di hampir semua negara Asia Tenggara dalam jumlah yang besar. Penelusuran kembali sumber-sumber lokal yang berhubungan dengan  kesultanan di Jawa menjadi penting dilakukan. Dengan penelusuran ini diharapkan akan diperoleh data dan fakta mengenai sejarah awal dan perkembangan Islam di Jawa. Data dan fakta tersebut kemudian diidentifikasi, dideskripsikan, diverifikasi, dan dihadirkan sebagai bukti sejarah yang dapat dipercaya. Dalam rangka penelusuran data dan fakta tersebut, ISMA mengadakan seminar Islam di Asia Tenggara, salah satunya adalah Islam di Jawa, yaitu datang, masuk dan berkembangnya.