Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Komparasi Berita Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi dalam Surat Kabar Elektronik Detikcom dan Sabq.org Muhamad Fahrudin Yusuf; Mukti Ali
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 2, No 1 (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v2i1.5031

Abstract

Various problems of migrant workers and their alleged different coverage on various media are the background of this research. This study focused on 131 news items on migrant workers' issues in Saudi Arabia in the online newspapers Detikcom and Sabq.org, with details of Detikcom 64 news and Sabq.org 67 as samples, with the aim of finding out how Detikcom and Sabq.org cover Indonesian migrant workers in Saudi Arabia and the difference in coverage of both. The content analysis method was chosen as an analysis tool with Codingsheet as a data collection technique and chi-square as a different test tool. The findings of this study are that there is uniformity of coverage on news about migrant workers in Saudi Arabia at Detikcom and Sabq.org with several categories of significant differences.Berbagai permasalahan TKI dan peliputannya yang diduga berbeda pada berbagai media melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini difokuskan pada 131 isi berita permasalahan TKI di Arab Saudi pada suratkabar online Detikcom dan Sabq.org, dengan perincian Detikcom 64 berita dan Sabq.org 67 berita sebagai sampel, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Detikcom dan Sabq.org meliput TKI di Arab Saudi dan perbedaan liputan keduanya. Metode analisis isi dipilih sebagai alat analisis dengan codingsheet sebagai teknik pengumpulan data dan chi-square sebagai alat uji beda. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa ada keseragaman liputan pada berita tentang di TKI di Arab Saudi pada Detikcom dan Sabq.org dengan beberapa kategori didapati perbedaan signifikan. 
Citra Inferioritas Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia di Saluran Berita Sabq.Org Saudi Arabia Muhamad Fahrudin Yusuf
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.68 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v14i2.2909

Abstract

This article is the result of research, one of which is the lack of discourse studies, especially the representation of the news object studies in electronic newspapers. News about woman employees in Saudi Arabia was chosen because there have been many cases that occurred in Saudi Arabia. Several cases such as starting from illegal migrant workers, trafficking, prostitution, suicide, and various legal circumstances that befall Indonesian workers, how the news of women employee is written on Sabq.org newspaper, one of the leading online publications in Saudi Arabia. All cannot be separated from the media representation or depiction of an object. Representatives of woman employees will be dissected based on contextual illustration-writer-text-context reader theory by Sara Mills. The qualitative method of Critical Discourse Analysis was chosen as a means for collecting data. The technique of analyzing data used in this study is using the framework of Sara Mills's analysis related to the position of subject and object of the news. The research findings showed that Sabq.org portrays woman employees poorly, marginalizes minority groups by not showing woman employees in the news, dominant groups represent their presence, establishing ideology of dominant groups (employee) and tends to be gender-biased. Artikel ini dilatarbelakangi minimnya kajian wacana, khususnya representasi pada objek kajian berita pada surat kabar elektronik (SKE). Berita tentang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi menjadi pilihan karena alasan banyaknya kasus yang terjadi pada TKW di Arab Saudi, mulai dari TKI ilegal, kasus trafficking, prostitusi TKW, bunuh diri dan beragam kasus hukum yang menimpa buruh migran wanita Indonesia. Bagaimana wacana TKW digambarkan dalam berita Sabq. Org, salah satu koran online terkemuka di Arab Saudi tidak lepas dari representasi atau penggambaran media atas suatu objek. Representasi TKW akan dibedah dengan teori ilustrasi konteks penulis- teks-konteks pembaca dari Sara Mills. Metode kualitatif Analisis Wacana Kritis (critical discourse analysis) dipilih sebagai alat mencari data. Teknik analisis penelitian ini menggunakan kerangka analisis Sara Mills terkait posisi subjek-objek berita. Hasil dari penelitian ini adalah Sabq.Org menggambarkan TKW dengan buruk, memarjinalkan kelompok minoritas (TKW) dengan tidak menampilkan TKW dalam pemberitaan, kehadirannya diwakili oleh kelompok dominan, memapankan ideologi kelompok dominan (majikan) dan cenderung bias gender.
DAKWAH SIMBOLIK HIJRAH DAN MODERASI ISLAM DI MEDIA ONLINE Muhamad Fahrudin Yusuf
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.567 KB) | DOI: 10.30984/ajip.v4i2.1010

Abstract

Abstract "Hijrah" with all its symbolic identities today is one of the most contemporary Islamic issues. This research aims to describe and analyze the meaning of "hijrah" ideologically. This research focuses on the discourse of "hijrah" through the representation of the news of "hijrah" photos of the artists and the supplementary news in online media such as "Kapanlagi.com" and "kiblat.net". The method used in this research is discourse analysis. Technique of analyzing the data used in this research is semiotic analysis. The result of data analysis showed that the meaning of "hijrah" is still symbolic, namely professional change, the change of name and performance. In addition, online media have not fully supported the Islamic moderation movement.Key Word: Hijrah, Meaning, Ideology, Islamic Moderation. Abstrak “Hijrah” dengan segala identitas simboliknya dewasa ini menjadi salah satu isu Islam kontemporer terhangat menghiasi ruang media. Untuk tujuan mendeskripsikan dan menganalisis makna “hijrah” secara ideologis, penelitian ini memfokuskan diri wacana “hijrah” melalui representasi pada berita foto “hijrah” artis dan berita pelengkapnya yang ada di media online “kapanlagi.com” dan “kiblat.net”. Menggunakan analisis wacana sebagai metode penelitian dan analisis semiotika sebagai metode analisis data, didapati hasil bahwa makna “hijrah” menurut media online masih bersifat simbolik, yaitu perubahan profesi, perubahan nama dan penampilan. Artinya, media online belum sepenuhnya mendukung gerakan moderasi Islam.Kata kunci: Hijrah, Makna Simbolik, Ideologi, Moderasi Islam. 
DAKWAH SIMBOLIK HIJRAH DAN MODERASI ISLAM DI MEDIA ONLINE Muhamad Fahrudin Yusuf
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajip.v4i2.1010

Abstract

Abstract "Hijrah" with all its symbolic identities today is one of the most contemporary Islamic issues. This research aims to describe and analyze the meaning of "hijrah" ideologically. This research focuses on the discourse of "hijrah" through the representation of the news of "hijrah" photos of the artists and the supplementary news in online media such as "Kapanlagi.com" and "kiblat.net". The method used in this research is discourse analysis. Technique of analyzing the data used in this research is semiotic analysis. The result of data analysis showed that the meaning of "hijrah" is still symbolic, namely professional change, the change of name and performance. In addition, online media have not fully supported the Islamic moderation movement.Key Word: Hijrah, Meaning, Ideology, Islamic Moderation. Abstrak “Hijrah” dengan segala identitas simboliknya dewasa ini menjadi salah satu isu Islam kontemporer terhangat menghiasi ruang media. Untuk tujuan mendeskripsikan dan menganalisis makna “hijrah” secara ideologis, penelitian ini memfokuskan diri wacana “hijrah” melalui representasi pada berita foto “hijrah” artis dan berita pelengkapnya yang ada di media online “kapanlagi.com” dan “kiblat.net”. Menggunakan analisis wacana sebagai metode penelitian dan analisis semiotika sebagai metode analisis data, didapati hasil bahwa makna “hijrah” menurut media online masih bersifat simbolik, yaitu perubahan profesi, perubahan nama dan penampilan. Artinya, media online belum sepenuhnya mendukung gerakan moderasi Islam.Kata kunci: Hijrah, Makna Simbolik, Ideologi, Moderasi Islam.