Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Lokasi Halte Dan Jam Operasi Angkutan Kota Malang Berdasarkan SPM 2015 (Studi Kasus : Trayek LDH, AH, DAN ADL) Gina Nabila Andriani; Laksmita Olyvia Ardiansyah; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
IPTEK Journal of Proceedings Series No 5 (2017): Simposium I Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Infrastruktur Indonesia (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.887 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i5.3121

Abstract

Banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum menyebabkan berbagai masalah salah satunya kemacetan. Hal tersebut disebabkan oleh kinerja pelayanan angkutan umum yang kurang memuaskan. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja pelayanan berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM)  2015 dengan Metode Importance Performance Analysis (IPA) serta kinerja operasi angkutan kota di Kota Malang dan solusinya mengenai kinerja pelayanan dari angkutan kota terkait penempatan halte dan jam operasi di Kota Malang.Pada kajian ini didapatkan jumlah sampel sebesar 68 responden untuk setiap trayek dengan tingkat keandalan 90% (galat 10%). Terdapat 2 metode survei yang digunakan, yaitu metode survei statis dan survei dinamis. Metode yang digunakan yaitu Importance Performance Analysis (IPA), Kinerja Operasi, dan Multikriteria.Dari hasil analisis IPA diperoleh 13 atribut yang dianggap penting namun kinerjanya masih kurang sehingga menjadi prioritas utama yang mempengaruhi kepuasaan responden. Tiga atribut diantaranya  kapasitas daya angkut yang berlebihan,  ketepatan waktu perjalanan, ketersediaan halte. Untuk analisis kinerja operasional didapatkan dari faktor muat ketiga trayek masih berada dibawah standar 70% sehingga perlu adanya peningkatan kinerja. Untuk waktu antara berkisar 2-5 menit pada waktu puncak, waktu tidak puncak belum mencapai standar  yaitu 5-10 menit.  Sedangkan  kinerja pelayanan mengenai penempatan titik lokasi halte diperoleh 72 titik dengan 10 titik lokasi yang telah memiliki halte, untuk itu diperlukan peraturan dan meningkatkan  prasarana halte. Sedangkan hasil analisis jam operasi didapatkan jumlah armada yang beroperasi tidak sesuai dengan SK Dirjen sehingga perlu adanya penyesuaian jumlah armada.
Kajian Jumlah Armada Angkutan Kota Malang Berdasarkan SPM 2015 ( Studi Kasus: Trayek AH, LDH, ADL ) Filki Suri Widyatami; Achmad Dzulfiqar Alfiansyah; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
IPTEK Journal of Proceedings Series No 5 (2017): Simposium I Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Infrastruktur Indonesia (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i5.3120

Abstract

Angkutan kota di Malang sudah ada sejak ada sejak tahun 1980an. Angkutan kota saat itu sebagai andalan masyarakat kota Malang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tetapi semanjak mudahnya membeli kendaraan pribadi dan murahnya harga kendaraan pribadi yang ada di pasaran membuat angkutan kota Malang jarang peminat. Masyarakat Kota Malang lebih memilih naik kendaraan pribadi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal tersebut menyebabkan jumlah armada angkutan kota Malang saat ini tidak efisien.Perlu dilakukan kajian mengenai jumlah armada yang ideal.Terdapat dua analisis pada kajian ini, analisis pertama untuk mengetahui tingkat pelayanan angkutan umum Kota Malang berdasarkan SPM 2015 menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Analisis kedua untuk mengetahui jumlah armada optimum menggunakan dua metode yaitu Load Factor dan Break Even Point. Untuk analisis pelayanan didapatkan jumlah responden sebanyak 68 reponden untuk tiap trayek, dan penyebaran kuisioner dilakukan di dalam angkutan dan diluar angkutan. Hasil kajian menunjukkan kinerja pelayanan angkutan kota Malang trayek AH, LDH, dan ADL berdasarkan SPM tahun 2015 di dapatkan ada beberapa aspek yang berada di prioritas utama dan kinerja pelayanan angkutan umum yang rendah yaitu Sopir mengangkut penumpang tidak melebihi kapasitas, larangan merokok bagi penumpang dan sopir dalam kendaraan, Adanya prioritas untuk penyandang cacat, manusia usia lanjut, anak-anak, dan wanita hamil, dan Adanya informasi tentang trayek yang dilalui. Pada analisis jumlah armada didapatkan jumlah armada dengan metode Load Factor sebesar 132 armada untuk trayek AH, 85 armada untuk trayek LDH dan 75 armada untuk trayek ADL. Sedangkan jumlah armada dengan metode Break Even Point sebesar 237 armada untuk trayek AH, 130 armada untuk trayek LDH, dan 105 armada untuk trayek ADL. Yang lebih efisien dari penentuan jumlah armada diantara metode Load Factor dan Break Even Point adalah dengan Load Factor. Untuk optimasi jumlah armada angkutan umum Kota Malang dapat menggunakan cara membagi kerja jumlah armada dengan beberapa shift kerja.
Kajian Efektifitas Operasional Terminal Madyopuro Malang Anang Bakhtiar; Harnen Sulistio; Sobri Abusini
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.513 KB)

Abstract

Madyopuro terminal is sub-terminal and based on information from relevant official that Madyopuro terminal can be classified in the C-type terminals that serve the transportation route in the town and village (31 KM 1995). The existence of various activity centers, one of which is the Madyopuro  market  located adjacent to the Madyopuro terminal should make the effectiveness of   Madyopuro terminal, but in fact,  it is not   effective.   From this background, it is formulated the problem  about what factors influence the effectiveness operasioanl of  Madyopuro terminal Malang, how is the  relationship model between  effectiveness operational  of Madyopuro-terminal Malang with variable facilities, accessibility, services and terminal security and how is  recommendations  of the performance improvement, to the effectiveness operational  of  terminal  of Madyopuro- Malang.  The study was conducted using IPA analysis to determine the factors that affect the effectiveness operational of the terminal, the model and SWOT analysis to get recomendation that resulted. In the first  stages, we did survey related with  influential variables, namely facilities, accessibility, and security services.   From the study, it is conclude that based on the analysis of  IPA found that the factors that influence the effectiveness of terminal services of  Madyopuro-Malang is the arrival and  the departure path, where the waiting room of passangers / companion, vehicle parking and security control of the user, the driver and related official. Model of the relationship of the study was obtained Ymodel = -0.460 + 0.598 X1 + 0.320 X3.While the Ymodel is effectiveness operational of the terminal  and X1 is variable of facility and X3 are variable of  services. From the results of the analysis show that the effectiveness of the terminal with two related variables, namely facilities and services showed a siqnifikan. This is indicated by the value of R2 from 0.868 shows the effect of the relationship is defined by 86.8%. Recommendations  resulting from this study is facility that  needed  to be increase in  improvement of the terminal operational  is an improvement on arrival and departure paths, providing a passenger waiting / delivery, as well as providing vehicle parking lot.  Keywords: effectiveness, Madyopuro terminal, IPA, SWOT