Raja Cahaya Islam
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Subjek Politik Egois Max Stirner Raja Cahaya Islam
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 5, No 2 (2020): METAFISIKA DAN LEKSIKON POLITIK
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.163 KB) | DOI: 10.15575/jaqfi.v5i2.9038

Abstract

Pembicaraan mengenai subjek politik, berkaitan dengan proyek emansipasi manusia. Pada mulanya manusia dikerangkeng oleh alam, kemudian oleh Tuhan, sampai akhirnya manusia berhasil menemukan esensi manusia yang diyakini merupakan wujud pembebasan atas eksternalitas. Namun, bagi Max Stirner, penemuan esensi manusia justru merupakan sebentuk pembatasan baru yang mengekang manusia. Solusi Stirner atas masalah tersebut ialah, dengan mengajukan konsep tentang sang aku atau subjek politik egois. Dan bertolak dari sanalah, penelitian ini berangkat. Tulisan ini akan membahas tentang Subjek Politik Egois Max Stirner. Metode yang digunakan penulis adalah studi pustaka. Data yang diambil berasal dari buku atau jurnal yang berkaitan dengan penelitian penulis. Adapun hasil atau temuan dari penelitian ini adalah:  subjek politik egois Max Stirner berangkat dari konsepnya tentang sang aku. Sang aku ini adalah ketiadaan. Lalu dari ketiadaan inilah muncul segala sesuatu. Segala sesuatu yang lahir dari sang aku ini disebut sebagai properti. Properti adalah apapun yang berkaitan dengan penambahasan kuasa serta kesenangan sang aku. Lalu dari sang aku atau subjek politik egois inilah Stirner menegaskan konsepnya tentang kepemilikan. Kepemilikan adalah wujud dari pembebasan diri yang tidak mengandaikan eksternalitas. Terakhir, Stirner mengemukakan konsepnya tentang insureksi. Insureksi berarti sebuah tindakan mengubah sesuatu, namun tidak seperti revolusi yang mengubah tatanan, insureksi berkaitan dengan tindakan mengubah diri.