Pur wanto
Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Jl.A.H. Nasution No. 105 Bandung 40614.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSEP RELASI DALAM PEMIKIRAN EKSISTENSIALISME NICOLAUS DRIYARKARA Pur wanto
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.876 KB) | DOI: 10.15575/jaqfi.v2i1.4250

Abstract

Driyarkara merupakan salah satu Imam Katolik sekaligus menjadi seorang pemikir asli Indonesia. Disamping sebagai filsuf ia juga sangat berperan dalam dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Maka tidak aneh pemikiran filsafatnya selalu direlasikan dengan dunia pendidikan.            Driyarkara membantah pendapat tokoh-tokoh eksistensialisme Barat tentang homo homini lupus (manusia merupakan serigala bagi manusia yang lain). Pemikiran tersebut dibantah oleh Driyarkara dengan konsep homo homini socius (manusia merupakan sahabat bagi manusia lain). Kedua, Driyarkara menekankan pentingnya hidup bersama dengan manusia lain. Dengan hidup bersama manusia bisa berelasi sehingga terjadi penyempurnaan diri. Ketiga, Driyarkara membagi serta membedakan manusia dengan makhluk infrahuman. Keempat, Driyarkara juga memaparkan bahwa dalam diri manusia, unsur kerohanian serta spritualitas tidak bisa ditinggalkan.