Muhammad Asnajib
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESEPSI DZIKIR AL-MA’TSURAT DALAM MENGHAFAL ALQURAN (Analisis Tindakan Pada Santri Islamic Boarding House Budi Mulia Dua Pada Masa Pandemik Corona) Muhammad Asnajib
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5, No 1 (2020): Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Qur’anic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.799 KB) | DOI: 10.15575/al-bayan.v5i1.8190

Abstract

Penelitian ini mengkaji resepsi santri terhadap pembacaan dzikir Al-Ma’tsurat yang dilakukan pada waktu pagi dan petang. Pembiasaan ini diyakini mampu menyucikan jiwa sekaligus menjadi jalan agar mudah dalam menghafal Alquran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh asumsi tidak nampaknya efek penyucian jiwa terutama dalam mempermudah menghafal Alquran. Pendekatan teori tindakan sosial Max weber digunakan agar dapat menelusuri makna terdalam yang ingin dicapai oleh asatidz dan santri Islamic Boarding House Budi Mulia Dua. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi untuk melihat secara detail proses pelaksanaan dzikir setiap hari dan menggali makna terdalam pengalaman berdzikir para santri dan asatidz. Penelitian ini menunjukkan 4 proses tindakan yakni; tindakan tradisional yang dilakukan oleh para santri dan asatidz dapat dilihat dari upaya mereka untuk selalu melestarikan kebiasaan berdzikir, baik ketika sedang di pesantren ataupun di rumah masing-masing. Sedangkan  tindakan afektif dapat dilihat dari emosi yang mereka tampilkan atau rasakan terhadap tradisi pembacaan al-ma’tsurat, tindakan afeksi ini sangat beragam ada yang mengabaikan, ada yang memulainya dengan keterpaksaan karena tanggung jawab sebagai muslim, ada pula yang merasakan sebagai kebutuhan. Sedang nilai intrumental terlihat dari motivasi santri yang melaksanakan dzikir ma’tsurat. Mereka secara sadar akan tujuan membiasakan dzikir al-ma’tsurat  yaitu merasa tentram, tenang, percaya diri, bahkan mampu selalu ikhlas sebagai ciri jiwa yang bersih. Penemuan nilai rasional ini memotivasi santri  untuk selalu membiasakan dzikir meskipun sendirian di rumah, sebagai dampak dari wabah corona yang mengharuskan disiplin menetap di rumah.
Penafsiran Kontemporer di Indonesia : (Studi Kitab Tafsir At-Tanwir) Muhammad Asnajib
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Islamic Religious Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.016.2.04

Abstract

Abstract In this paper the author tries to match the paradigm of contemporary interpretation in Indonesia with the Tafsir of At-Tanwir as an embodiment of the interpretive book that actually appeared in the contemporary era so that a standard interpretation paradigm is realized in the contemporary era. This paper begins with an introduction that explains in detail the development of interpretations from the beginning of the interpretation that emerges to the development of the realm, starting with the interpretation of bil ma'tsur which is often done by previous scholars until starting to the next phase, namely the contextualization that gave rise to the term interpretation when bil ra ' yi. The interpretation of bil ra'yi arises as a response to the problematics of the people who are increasingly developing in each time and have not been discussed in the previous commentaries. The final section discusses the paradigms of contemporary interpretations starting with the initial assumptions as a basis for finding a way so that the paradigm and methodology of interpretation always develop until the direct book study in the At-Tanwir Tafsir was initiated by Muhammadiyah. Keywords : Development, Paradigm, Contemporary, Tafsir At-Tanwir