dilan imam adilan
UNIVERSITAS NURTANIO

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS NAQD AL MUTN UMMUL MUKMIININ AISYAH RA TENTANG TENDENSI MISSOGINISME DALAM HADIS SUTRAH dilan imam adilan
Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.369 KB) | DOI: 10.15575/diroyah.v4i2.6240

Abstract

Ilmu Hadis merupakan bagian dari studi Islam  memiliki kompleksitas persoalan tinggi. Tidak hanya berbicara tentang aspek aqidah, akhlaq, fiqih atau muamalah. Ilmu Hadis juga membahas tentang aspek lain diluar persoalan keislaman. Salah satunya persoalan gender dalam hal ini hadis, yang dinilai memiliki muatan “missoginisme”[1].Maka upaya para Ulama terutama generasi awal yaitu para sahabat mengoreksi dan melakukan kritik.Fokus permasalahan terletak pada kasus hadis sutrah (batas shalat), pada jalur periwayatan Abu Dzar Al Ghifari dan Abu Hurairah juga hadis bantahan dari Siti Aisyah RA. Pertama, hadis pada riwayat Abu Dzar dan Abu Hurairah menunjukan bahwa wanita merupakan bagian dari  penyebab yang membatalkan batas shalat selain dari anjing hitam, dan keledai. Kedua, hadis dari Urwah bin Zubair menjelaskan bantahan Aisyah dengan matan,“Apakah wanita itu sudah seperti binatang buruknya?”, kemudian ini disebut sebagai analisis Naqd al Mutun. Upaya kritik matan (naqd al Mutn) Aisyah RA terhadap beberapa riwayat ini. Menghasilkan beberapa kesimpulan; bahwa secara etik-moral tidak mungkin Rasulullah SAW menyatakan bahwa wanita setara dengan anjing, dan keledai. Dan secara tegas Aisyah melakukan kritik terhadap beberapa jalur periwayatan terkait “makna” dan urgensitas hadis tersebut        Lalu, para ulama juga memunculkan beberapa argumentasi terkait kasus hadis sutrah (missoginis) tersebut. Dengan analisa komparatif dan library research menggunakan kitab-kitab takhrij, dan syarah. Maka akan ditemukan bagaimana para ulama mencoba mengketengahi persoalan ini.        Kata kunci : Aisyah RA, Naqd al Mutn, Hadis Sutrah, Ulama Jumhur       [1]Misoginis sebagaimana diutarakan Nasarudin Umar dalam desertasi, “Argumen Kesetaraan Gender perspektif Al Qur’an” yaitu sebuah nilai/usaha yang berupaya mendeskritkan perempuan mengenai konsep gender dalam tata-nilai norma kehidupan.(Lihat, Nasarudin Umar, Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Alquran Jakarta;Dian Rakyat).hlm.45. 
VALUE AND MORAL INSIGHTS IN HIGHER EDUCATION IN BANDUNG Dilan Imam Adilan; Mu'min Mu'min
Al-Qalam Vol 29, No 1 (2023)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v29i1.1185

Abstract

Moral in the education sector is concerning, and some experts seek a solution to these problems. Understanding morals is essential because the accumulation of understanding of morals has an impact on the formation of attitudes and behaviour. As agents of change, college students are objects of moral education who become figures that will fulfil various sectors in social life: government, education, religion, industry, business, and others. This study focuses on how students' attitudes and behaviour view values and moral problems that occur among students. This analysis aims to know students' understanding of morals and their influence on student behavior attitudes in four universities in the city of Bandung: Nurtanio University, UIN Sunan Gunung Djati, Muhammadiyyah University Bandung, and STAI Persis Bandung. Another purpose is to know the types of moral education that influence students' thinking about morality and moral behavior in college. The method used in this study is statistical analysis. The data interpretation is through a questionnaire. The results will be analyzed using a phenomenological approach, where a researcher understands social actions and describes them by explaining the causes of these actions. Based on the results of the data and analysis regarding research, right action is manifested by one's personality and morals. The personality and morals are always consistent. The results of research show that students at tertiary institutions in Bandung demonstrate moral norms.