Abdul Fatah
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP SUNNAH PERSPEKTIF MUHAMMAD SYAHRUR Abdul Fatah
Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.276 KB) | DOI: 10.15575/diroyah.v4i1.6012

Abstract

The development of hadith’s criticism discourses has been an interesting issue in Islamic Studies.  Previously, the sunnah’s concept have formulated by muhadditsin or ushuliyyīn. They have offered that to use sunna as second resource of Islamic preceptions. But, It was different one according to Muhammad Syahrur. He was launched a difference concept of sunna. As muslim scholar, he was an popular intellectual with controversial thought. This paper tries to explain about his thought on the concept of sunna. According to him, what has Muhammad said and did are said to be result of culture than revelation. He claimed that many hadiths have contradiction with al-Qur’an, may be rejected, while it is related to religious observance or moral conduct. Because, in this case Muhammad not only an prophet, but also as man as usual. The result of this article will explain that sunna not only related with one perspective of Muhammad’s prophetic, but also must be viewed with perspective that Muhammad as a man. He also rejected that sunna as second resource after al-Qur’an to decide Islamic law. 
Pemikiran Fazlur Rahman Tentang Eskatologi Abdul Fatah
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir VOL 5, NO 1 (2022): APRIL-SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi tentang alam metafisika merupakan salah satu kajian yang rumit dan kaku. Dalam keyakinan Islam, kehidupan setelah kematian menjadi semacam suatu doktrin. Iman terhadap hal-hal gaib yang berkaitan erat dengan kehidupan akhirat adalah wajib. Persoalan mengenai kehidupan pasca kematian, alam barzakh, perhitungan amal dan hari pembalasan yang ditutup dengan hari akhir selalu terbuka untuk dikaji lebih dalam di era sekarang. Fazlur Rahman mencoba melihat eskatologi dari perspektif berbeda yang dikaitkan langsung dengan al-Qur’an. Karena pentingnya, Ia menjadikannya sebagai kajian tersendiri dalam satu tema penting bukunya, Major Themes of The Quran. Sehingga, eskatologi menjadi satu keilmuan penting untuk dikaji sebagai bekal muslim untuk mencapai tujuan hakiki, berupa kebahagiaan abadi di akhirat.Kata Kunci: Eskatologi, Pemikiran, Metafisika, Fazlur Rahman.