This Author published in this journals
All Journal Visionist
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Produktivitas Pegawai Melaui Peningkatan Motivasi dan Kepuasan Kerja Sunar Wahid
VISIONIST Vol 1, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.724 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v1i2.666

Abstract

The working motivation of official at Fishery and Ocean Office in East Lampung District is not optimum. It is indicated by low of responsibility to complete their duty.  The official of Fishery and Ocean Office in East Lampung District can not optimally use their capability and potential to do their job. The collaboration amang officials is not solid and can not give satisfaction optimally. The result of this research shows that the working motivation at Fishery and Ocean Office in East Lampung District is good. It is showed by frequency spread which the number of respondent that agree is 73.07 percent.  The working satisfaction at Fishery and Ocean Office in East Lampung District is generally good.Motivasi kerja pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur­ belum maksimal yang ditandai dengan masih kurangnya rasa tanggung jawab pegawai terhadap tugas. Pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur belum dapat secara maksimal mengaktualisasikan kemampuan dan potensi dirinya dalam pelaksanaan pekerjaan. Kerja sama antar pegawai dalam melaksanakan tugas masih kurang solid serta hasil kerja pegawai belum memberikan kepuasan secara maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja pegawai pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur saat ini secara umum sudah baik, hal ini juga ditunjukkan oleh sebaran frekuensi tertinggi yaitu yang menjawab setuju sebanyak 73,07 persen. Pada variabel kepuasan kerja, secara umum kepuasan kerja pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur saat ini sudah baik. 
Strategi Meningkatkan Semangat Kerja Melaui Perbaikan Motivasi dan Penempatan Pegawai Sunar Wahid
VISIONIST Vol 2, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.316 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v2i2.678

Abstract

Functional groups in general position has the ability, skills, professionalism and dedication of the nature of high despite salary / wages and incomes do not differ from the structural position. Besides functional groups in general office located in remote places in the district / district / village in Lampung province with minimum facilities. Based on observations, obtained information that describes the motivation of employees is not in line with expectations due to staffing not liking. On the other hand felt the symptoms of declining employee morale within the office of the Directorate General of Taxes Bengkulu and Lampung. Two main factors are tested as factors that affect employee morale and motivation of staff placement. Motivational factors of work and staffing partially and simultaneously provide a significant impact on morale. The two independent variables are simultaneously able to explain 58.8% variation of the accuracy of employee morale factor. Likewise partially, both motivational factors and work placement employees have a strong relationship and significant employee morale.Kelompok jabatan fungsional secara umum memiliki kemampuan, keterampilan sifat profesionalisme dan dedikasi yang tinggi walaupun gaji/upah dan penghasilan tidak berbeda dari kelompok jabatan struktural. Disamping itu kelompok jabatan fungsional pada umumnya berkedudukan di tempat terpencil di Kabupaten/Kecamatan/Desa di Propinsi Lampung dengan fasilitas yang minim. Berdasarkan pengamatan, diperoleh keterangan yang menggambarkan motivasi pegawai masih belum sesuai dengan harapan yang disebabkan penempatan pegawai belum sesuai dengan keinginan. Di lain pihak dirasakan adanya gejala menurunnya semangat kerja pegawai di lingkungan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Bengkulu dan Lampung. Dua faktor utama diuji sebagai faktor yang mempengaruhi semangat kerja pegawai yaitu motivasi kerja dan penempatan pegawai. Faktor motivasi kerja dan penempatan pegawai secara parsial dan simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap semangat kerja. Kedua variabel bebas tersebut secara simultan mampu menjelaskan 58,8% variasi ketepatan faktor semangat kerja pegawai. Begitupun secara parsial, baik faktor motivasi kerja maupun penempatan pegawai memiliki hubungan yang kuat dan signifikan terhadap semangat kerja pegawai.