Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Reasoning And Problem Solving dan siswa yang belajar dengan model Direct Instruction pada siswa kelas V SD di gugus VIII Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan rancangan penelitian posttest only non-equivalent control group design. Populasi penelitian terdiri dari 5 kelas SD di gugus VIII Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. Sampel ditentukan sebanyak 2 kelas yang dipilih dengan cara simple group random sampling. Data hasil belajar matematika siswa, dikumpulkan dengan metode tes dan instrumen tes hasil belajar matematika dalam bentuk tes essay yang terdiri dari 5 butir tes. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji analisis menunjukkan bahwa, nilai rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran model Reasoning And Problem Solving adalah 18,79, sedangkan nilai rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran Direct Instruction adalah 14,59. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung (4,11) > ttabel (2,000), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Reasoning And Problem Solving dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Direct Instruction. Kata-kata kunci: Reasoning And Problem Solving, Direct Instruction, hasil belajar matematika