Articles
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN PENGEMBANGAN KARIR PADA PEGAWAI JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU (JFT) DI KANREG II BKN SURABAYA
ISNANI CAHYANINGTYAS;
MEITA SANTI BUDIANI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v5i2.23365
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap komunikasi organisasi dengan pengembangan pada pegawai Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) di Kanreg II BKN Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Hasil penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi spearman. Uji Spearman digunakan karena data tidak berdistribusi normal dengan jumlah subyek kurang dari 30 yaitu berjumlah 18 subyek. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan signifikan antara persepsi terhadap komunikasi organisasi dan pengembangan karir. Taraf signifikansi yang diperoleh 5% dan memperoleh nilai r sebesar 0,725 dengan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05). Maknanya terdapat hubungan positif yang artinya semakin tinggi persepsi terhadap komunikasi organisasi, maka semakin tinggi juga pengembangan karir. Kata kunci: Persepsi Terhadap Komunikasi Organisasi, Pengembangan Karir The purpose of this research is to examine the relation perceptions of communication organizational with career development in certain functional position employees experience obstacles in Kanreg II BKN Surabaya. The method used in this research is quantitative method. The results of this study using spearman. Spearman is used because the data is not normally distributed with the number of subjects less than 30 that amounted to 18 subjects. The result of data analysis showed a significant relation between perceptions of communication and career development. 5% significance level and obtained r value of 0.725 with a significance value of 0.001 (p <0.05). It means there is a positive which means the higher perceptions of communication organizational, the higher career development. Keywords : perceptions of organizational communication, career development
HUBUNGAN PENGUNGKAPAN DIRI MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DENGAN MAKNA HIDUP PADA MAHASISWA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
HAFID PANJI SATRIO;
MEITA SANTI BUDIANI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v5i2.23749
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengungkapan diri dengan makna hidup mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Surabaya. Variabel dalam penelitian ini adalah makna hidup (X) dan pengungkapan diri (Y). Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan sampel jenuh, sehingga didapatkan sampel sebanyak 106 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala pengungkapan diri dan skala makna hidup. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi product moment. Hasil analisis antara makna hidup dengan pengungkapan diri menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,642 (r = 0,642) dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (p = 0,000) yang artinya ada hubungan antara makna hidup dengan pengungkapan diri. Semakin tinggi nilai pengungkapan dirinya maka semakin meningkat pula makna hidup nya. Kata Kunci : Makna Hidup dan Pengungkapan Diri Abstract The aims of the research is to analyze the relationship between self disclosure with the meaning of life of Language Program student in Surabaya University based on product moment correlations. Variable of this research are meaning of life ( X ) and self disclosure ( Y ). 106 samples were analyze using quantitative method and scale instrument. The result shows correlations between self diclosure and meaning of life with 0,642 (r=0,642) coefficient of correlation and 0,000 (p=0,000) significant value. The higher the level of self diclosure, the higher the level the of meaningof life is. Keywords: The Meaning of Life and Self Diclosure
Hubungan Antara Persepsi terhadap Perubahan Organisasi dengan Employee Engagement pada Karyawan Departemen Produksi di PT X
ARIKA WINDA AZZAROH;
MEITA SANTI BUDIANI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v6i1.27339
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap perubahan organisasi dengan employee engagement pada karyawan departemen produksi di PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Partisipan penelitian ini adalah karyawan departemen produksi di PT X yang berlokasi kerja di Pabrik Tuban. Metode pengumpulan data dalam penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan signifikan antara persepsi terhadap perubahan organisasi dengan employee engagement. Taraf signifikansi yang digunakan 5% dan memperoleh nilai r sebesar 0,675 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) artinya terdapat hubungan positif yakni semakin tinggi tingkat persepsi terhadap perubahan organisasi, maka semakin tinggi pula tingkat employee engagement. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 67% employee engagement dapat dibentuk oleh persepsi terhadap perubahan organisasi dan 34% dapat dibentuk oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Persepsi terhadap perubahan organisasi, Employee Engagement.
Hubungan Antara Budaya Organisasi Dan Loyalitas Karyawan Dengan Semangat Kerja Pada Staff Manajemen RSUD X
MASNING TARWIYAH;
MEITA SANTI BUDIANI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v6i2.27775
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara budaya organisasi dan loyalitas karyawan dengan semangat kerja pada staff manajemen RSUD X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, dengan jumlah subjek yaitu 117 staff manajemen RSUD X. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi ganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p<0,05) yaitu sebesar 0,00 yang diartikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel budaya organisasi dan loyalitas karyawan dengan semangat kerja. Hubungan ketiga variabel bersifat positif yang menjelaskan bahwa semakin tinggi budaya organisasi dan loyalitas karyawan, maka semakin tinggi pula semangat kerja. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah budaya organisasi dan loyalitas karyawan, maka semakin rendah pula semangat kerja.
Hubungan Iklim Organisasi dengan Komitmen Organisasi pada anggota HImpunan Mahasiswa Jurusan Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA
WACHIDATUS SHOLIKHATI FIRNANDA;
MEITA SANTI BUDIANI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v6i2.28853
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan iklim organisasi dengan komitmen organisasi pada anggota Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah anggota Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya yang mempunyai masa jabatan 2 tahun kepengurusan. Subjek penelitian ini berjumlah 82 anggota. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan kuisioner. Teknik analisa data menggunakan korelasi product moment. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara iklim organisasi dengan komitmen organisasi yang ditunjukkan nilai korelasi sebesar 0,652 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000. Angka tersebut mempunyai arti mempunyai hubungan yang positif bahwa semakin tinggi tingkat iklim organisasi maka semakin tinggi pula komitmen organisasi. Kata Kunci : iklim organisasi, komitmen organisasi, himpunan mahasiswa Abstract The aim or this reasearch is to examine the relationship organizational climate and organizational commitment of members of Faculty of Student Student Association of State University of Surabaya. This study uses quantitative method. Population of the reasearch is Faculty of Education Student Association State University of Surabaya which has 2 years length of service. The amount subject of this research 82 members. Data collection method of this research uses quistionnaires. Analysis data technique uses correlation product moment. The result shows that there are strong relationship between organizational climate and organizational commitment shown in the result of correlation value is 0,652 with significance value is 0,000. That number which means positively which the higher level of organizational climate also the higher level of organizational commitment. Keywords: organizational climate, organizatinal commitment, student association
Hubungan Antara Konflik Peran Ganda dengan Prokrastinasi Kerja Pada Karyawati PT Pertamina (Persero)
DESTYADINI GIA HAPSARI;
MEITA SANTI BUDIANI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v6i4.29663
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dengan prokrastinasi kerja pada karyawati yang telah menikah pada seluruh divisi di PT Pertamina (Persero) MOR V. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Partisipan penelitian ini adalah seluruh karyawati yang telah menikah seluruh divisi di PT Pertamina (Persero) MOR V Surabaya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konflik peran ganda dengan prokrastinasi kerja. Taraf signifikansi yang digunakan 5% dan memperoleh nilai r sebesar 0.401 dengan nilai signifikansi 0.000 (p<0.05). Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif artinya semakin tinggi tingkat konflik peran ganda maka semakin tinggi pula prokrastinasi kerja.
Hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasi dengan Keterikatan Karyawan pada Karyawan Produksi PT X
DIAH BUDIARTI HASANAH;
MEITA SANTI BUDIANI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v6i4.31086
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan pada karyawan produksi PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan random simple sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 42 orang, yang merupakan karyawan tetap bagian produksi PT X yang telah bekerja selama 3-5 tahun. Pengambilan data pada penelitian menggunakan skala persepsi dukungan organisasi dan skala keterikatan karyawan. Uji reliabilitas menggunakan teknik konsistensi internal alpha cronbach. Reliabilitas skala persepsi dukungan organisasi sebesar 0,925, sedangkan reliabilitas skala keterikatan karyawan sebesar 0,919. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson product moment. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai r sebesar 0,671 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga hipotesis diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara skor persepsi dukungan organisasi dan skor keterikatan karyawan pada karyawan produksi PT X. Kata kunci : persepsi dukungan organisasi, keterikatan karyawan.
Hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan determinasi diri pada PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur
NISRINA KARTIKA PUTRI;
MEITA SANTI BUDIANI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v6i4.31087
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan determinasi diri pada pegawai PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Partisipan penelitian ini berjumlah 115 yang berasal dari setiap bidang di PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur dengan try out berjumlah 30 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dengan determinasi diri. Taraf signifikansi yang digunakan 5% dan memperoleh nilai r sebesar 0.720 dengan nilai signifikansi 0.000 (p<0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif artinya semakin tinggi tingkat kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi pula determinasi diri.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN SEMANGAT KERJA KARYAWAN BAGIAN PENGOLAHAN PABRIK GULA X
FAHMI UDIN HIDAYATULLOH;
MEITA SANTI BUDIANI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v6i5.31416
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan semangat kerja karyawan bagian pengolahan Pabrik Gula X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian pengolahan Pabrik Gula X. Subjek penelitian berjumlah 130 orang. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data angket kuesioner. Menggunakan teknik analisa data korelasi pearson product moment. Hasil menunjukkan terhadap hubungan yang cukup kuat antara persepsi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dengan semangat kerja, ditunjukkan dengan hasil r sebesar 0,470 dan nilai signifikansi korelasinya 0,000 atau (p<0,05) mempunyai hubungan positif dan searah. Artinya semakin baik persepsi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja maka semakin baik pula semangat kerja. Kata kunci: Persepsi, Keselamatan dan kesehatan kerja, Semangat kerja
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KEPEMIMPINAN OTOKRATIS DENGAN WORKPLACE WELL-BEING PADA KARYAWAN PT X DI KABUPATEN PONOROGO
Dinda Ayu Damayanti;
Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41208
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi kepemimpinan otokratis dengan workplace well-being pada karyawan di PT X. Penelitian ini menggunakan teknik sampling total. Teknik analisa data yang digunakan ialah korelasi product moment dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisa korelasi product moment yang menunjukkan koefisien korelasi antara persepsi kepemimpinan otokratis dengan workplace well-being sebesar r= -0,377 dengan nilai signifikansi sebesar 0,040 (p<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi kepemimpinan otokratis dengan workplace well-being dengan bentuk hubungan negatif dan tingkat korelasi yang rendah artinya semakin tinggi persepsi kepemimpinan otokratis maka semakin rendah workplace well-being yang dirasakan karyawan. Kata Kunci: Workplace well-being, Persepsi Kepemimpinan Otokratis, Karyawan. Abstract This study aims to determine the relationship between perceptions of authoritative leadership and workplace well-being of employees at PT X. This study uses a total sampling technique. The data analysis technique used is product moment correlation with a significance level of 5%. Based on the results of the product moment correlation analysis which shows the correlation coefficient between the perception of autocratic leadership and workplace well-being of r= -0.377 with a significance value of 0.040 (p<0.05) which indicates a significant relationship between perceptions of autocratic leadership and workplace well-being with a negative relationship and a low level of correlation means that the higher the perception of autocratic leadership, the lower the employee's perceived workplace well-being. Keywords: Workplace well-being, Perception of Autocratic Leadership, Employee.