Made J. Mejaya
Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Jl. Raya Kendalpayak km 8, Malang, Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SELECTION RESPONSE FOR INCREASED GRAIN YIELD IN TWO HIGH OIL MAIZE SYNTHETICS Mejaya, Made J.; Lambert, R.J.
Indonesian Journal of Agricultural Science Vol 8, No 1 (2007): April 2007
Publisher : Indonesian Agency for Agricultural Research and Development - MOA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selection for increased oil level in maize showed the increase wasassociated with decrease in starch concentration, kernel weight,and grain yield. The study was conducted with the objectives:(1) to evaluate response to six cycles for increased grain yieldin the high oil maize Alexho Elite (AE: 60-90 g kg-1 oil concentration)and Ultra High Oil (UHO: 100-140 g kg-1 oil concentration)using inbred tester B73; (2) to measure responses toselection for increased grain yield with changes in yield components;and (3) to determine a suitable tester. Previously the twosynthetics had been selected for oil concentration. After six cycles,the six genotypes i.e. AE C0, AE C3, AE C6, UHO C0, UHO C3,and UHO C6 were testcrossed to B73, LH185, and LH202 inbreds(40 g kg-1 oil concentration) to a total of 18 testcrosses. Twofield experiments were used to evaluate selection in AE and UHOtestcrosses. The study showed selection using inbred tester B73in AE and UHO was effective in increasing grain yield of AEtestcrosses without changing (i.e. decreasing) oil and proteinconcentrations. AE testcrosses produced higher grain yield andgreater selection response for grain yield than UHO testcrosses.LH185 was best for grain yield in AE and UHO testcrosses. Increasein grain yield in most of the testcrosses was associated withincreases in starch concentration, kernel weight, kernel number, andgrain weight.
DUKUNGAN PLASMA NUTFAH DALAM PEMBENTUKAN VARIETAS UNGGUL KEDELAI Mejaya, Made J.
Buletin Palawija No 19 (2010)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini produktivitas nasional kedelai baru mencapai 1,3 t/ha dengan kisaran 0,6–2,0 t/ha di tingkat petani, sedangkan di tingkat penelitian sudah mencapai 1,7–3,2 t/ha, bergantung pada kondisi lahan dan teknologi yang diterapkan. Peningkatan produktivitas kedelai sangat tergantung pada ketersediaan plasma nutfah sebagai sumber gen sifat atau karakter tanaman. Pelestarian, pengkayaan, pencirian dan penilaian bahan genetik dari plasma nutfah kedelai dilakukan guna menopang kegiatan pemuliaan berkelanjutan dalam menghasilkan varietas unggul yang bernilai tambah ekonomi.Hingga tahun 2006, koleksi plasma nutfah kedelai di Balitkabi yang telah dibuat katalog plasma nutfah kedelai sebanyak 595 aksesi. Sebagian besar (83%) berasal dari kegiatan eksplorasi ke pusat-pusat kedelai di Indonesia, sisanya adalah introduksi yang berasal dari Taiwan, USA, Jepang, Filipina, Brazil, Columbia, dan Peru. Hasil karakterisasi menunjukkan, empat aksesi kedelai yang memiliki berat biji/tanaman diatas 20 gram berasal dari koleksi varietas lokal serta varietas unggul lama Ringgit dan Wilis yang dilepas tahun 1935 dan 1983. Pada tahun 2008 Balitkabi telah melepas lima varietas unggul baru yakni dua varietas unggul kedelai hitam (Detam 1 dan Detam 2), varietas Grobogan, Gepak Kuning, dan Gepak Ijo. Varietas unggul baru tersebut berasal dari koleksi plasma nutfah kedelai di Balitkabi dan hasil pemutihan varietas lokal bekerjasama dengan pemerintah daerah. Beberapa galur harapan kedelai adaptif lahan masam, toleran kekeringan, berbiji besar, dan tahan terhadap hama/penyakit utama akan segera dilepas sebagai varietas unggul baru.