Ernawati Widyastuti
Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI, Jl. Pasir Putih 1, Ancol Timur, Jakarta Utara.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keanekaragaman Kepiting pada Ekosistem Mangrove di Perairan Lingga Utara dan Sekitarnya, Kepulauan Riau Ernawati Widyastuti
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v25i1.3028

Abstract

Penelitian keanekaragaman kepiting pada ekosistem mangrove di Perairan Lingga dan sekitarnya telah di-lakukan pada bulan Oktober 2014. Kepiting dikoleksi dari sepuluh stasiun menggunakan metode acak, dari transek kuadran 1x1 m2 pada luasan 10 x 10 m2 pada tiap stasiun. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 19 jenis kepiting dari 11 marga dan 6 suku. Sesarmidae merupakan suku yang paling melimpah dengan 11 jenis dan 109 individu. Hasil analisa kuantitatif diperoleh nilai indeks keanekaragaman tertinggi ditemukan di Pulau Bakau Kecil (St.8, H= 1.954, d= 2.485) dan nilai indeks kemerataan jenis tertinggi ditemukan di Pulau Gajah (St.4, J= 0.971).
Keanekaragaman Kepiting pada Ekosistem Mangrove di Perairan Lingga Utara dan Sekitarnya, Kepulauan Riau Ernawati Widyastuti
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v25i1.3028

Abstract

Penelitian keanekaragaman kepiting pada ekosistem mangrove di Perairan Lingga dan sekitarnya telah di-lakukan pada bulan Oktober 2014. Kepiting dikoleksi dari sepuluh stasiun menggunakan metode acak, dari transek kuadran 1x1 m2 pada luasan 10 x 10 m2 pada tiap stasiun. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 19 jenis kepiting dari 11 marga dan 6 suku. Sesarmidae merupakan suku yang paling melimpah dengan 11 jenis dan 109 individu. Hasil analisa kuantitatif diperoleh nilai indeks keanekaragaman tertinggi ditemukan di Pulau Bakau Kecil (St.8, H= 1.954, d= 2.485) dan nilai indeks kemerataan jenis tertinggi ditemukan di Pulau Gajah (St.4, J= 0.971).