Penentuan jenis pakan alternatif yang mudah didapatkan penting dilakukan untuk mengawali penelitian yang menggunakan satwa liar agar pengambilan dari alam dapat diminimalkan. Keong darat saat ini memiliki nilai bioekonomi yang cukup tinggi karena lendirnya dapat dijadikan komoditas nutricosmeceutical, namun spesies keong darat Indonesia, terutama spesies lokal belum banyak diteliti sehingga belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi ilmiah tentang jenis pakan alternatif yang dapat diterima keong darat dari Menoreh, Yogyakarta, meliputi: Amphydromus palaceus (AP), Dyakia rumphii (DR), dan Hemiplecta humphreysiana (HH). Penentuan jenis pakan alternatif menggunakan metode nonchoice test secara ad libitum dan terdiri atas tahap skrining dan tahap lanjutan. Penelitian ini menggunakan 10 jenis pakan berupa buah dan sayur yang mudah ditemukan di Indonesia. Selain itu, dilakukan analisis kandungan nutrisi dan energi jenis pakan yang disukai dan dapat diterima. Ketiga spesies tersebut lebih menyukai pakan berupa buah dengan tekstur berair. Hasil analisis menunjukkan pepaya disukai dan dapat diterima dengan baik oleh AP, DR, dan HH; timun disukai dan dapat diterima dengan baik oleh DR dan HH; sedangkan tomat disukai dan dapat diterima dengan baik oleh HH. Selain itu, pakan lainnya dapat diberikan pada AP adalah pir, DR adalah sawi putih, dan HH adalah jamur tiram.