Revina Nurma Khairani
Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Magelang, Magelang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Obat Kadaluwarsa, Obat Rusak dan Stok Mati di Puskesmas Wilayah Magelang Revina Nurma Khairani; Elmiawati Latifah; Ni Made Ayu Nila Septianingrum
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i12021.91-97

Abstract

Pendahuluan: Di era Jaminan Kesehatan Nasional, masalah pengelolaan obat di puskesmas masih sering terjadi sehingga perlu dilakukan evaluasi yang berkelanjutan untuk menjamin ketersediaan dan pelayanan obat yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  gambaran dan menganalisis terjadinya obat kadaluwarsa, obat rusak dan stok mati, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan untuk perbaikan pengelolaan obat. Metode: Penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif analisis, yang dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Sampel yang digunakan untuk mengevaluasi obat kadaluwarsa dan obat rusak adalah seluruh obat tahun 2019, sedangkan sampel untuk evaluasi stok mati menggunakan kombinasi obat indikator dan obat e-katalog yang paling banyak dikonsumsi pada tahun 2019. Faktor yang mempengaruhi hambatan pengelolaan obat dilakukan observasi dengan wawancara. Hasil: Obat kadaluwarsa di Puskesmas X dan Y sebesar 24% dan 18%, stok mati sebesar 40% dan 20%, tidak ditemukan obat rusak di kedua puskemas. Masalah pengelolaan obat yang dominan terjadi di puskesmas, disebabkan adanya faktor perubahan pola peresepan, tanggal kadaluwarsa yang terlalu pendek dan tidak sesuainya permintaan dengan penerimaan obat dari UPT Instalasi Farmasi. Kesimpulan: Persentase obat kadaluwarsa dan obat stok mati belum sesuai dengan indikator penelitian (0%), sehingga dengan temuan ini perlu dilakukan validasi perencanaan obat yang disesuaikan dengan kebutuhan obat serta peningkatan manajemen pengelolaan obat kadaluwarsa dan penguatan sistem penerimaan obat di puskesmas.