Nafia Kusuma Indrayati
Airlangga University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Proses Pengambilan Keputusan Menjadi LGBT pada Individu dengan Karakteristik Religius Nafia Kusuma Indrayati; Nastiti Dwicahyani; Helsa Evania Prastowo; Putri Anindita Vinasthika; Gitajiwa Sekarnusa Ganies
INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 4 No 1 (2019): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Airlangga University Press, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpkm.V4I12019.43-53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meperoleh gambaran proses pengambilan keputusan menjadi LGBT pada individu yang religius. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi. Penelitian dilakukan di Surabaya dengan satu informan lesbian dengan karakteristik religius. Data dalam penelitian menggunakan wawancara semi terstruktur. Metode analisis data menggunakan analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu dengan karakteristik religius mengambil keputusan menjadi lesbian melalui beberapa tahapan yaitu menilai tantangan, mensurvei alternatif, mempertimbangkan alternatif, menyatakan komitmen, bertahan terhadap feedback negatif. Faktor yang berperan dalam pengambilan keputusan terdiri dari faktor internal berupa religiusitas partisipan yang memberi pertimbangan terkait pengambilan keputusan, serta faktor eksternal berupa dukungan sosial dari pasangan, teman dekat, keluarga dan ketiadaan penolakan secara langsung dari lingkungan sekitar. Dimensi religiusitas yang dimiliki pada partisipan adalah dimensi intelektual, dimensi ideologi, dimensi ritualistik, dimensi perasaan dan dimensi konsekuensial. This study aimed to find out the decision-making process of religious lesbian individual. The approach used was qualitative phenomenology. The study was conducted in Surabaya with one lesbian informant, who was identified as a religious person. The data were collected with semi-structured interview. The method of data analysis was Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The results showed that the individual, who was identified as religious person, decided to be a lesbian through stages of decision making. The stages were assessing challenges, surveying alternatives, considering alternatives, expressing commitment, and surviving negative feedback. Factors that played a role in the decision making were internal factor, participant's religiosity affected the the decision making, and external factor, social support from partners, close friends, family and the acceptance from her circle. The dimensions of religiosity of the participant were intellectual dimensions, ideological dimensions, ritualistic dimensions, feelings dimensions, and consequential dimensions.
Measuring Training Contribution: Organization Design on a Training Evaluation System based on Return of Training Investment Nafia Kusuma Indrayati; Fendy Suhariadi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i2.10003

Abstract

Competition that occurs in the port service industry makes companies strive to create superior and professional quality human resources. To increase the capacity and capability of employees, PT. X was quite determined during the HR development process with the aim that employees have the potential to become a talent company, through work program plans, one of which is education and training. However, these human resource development efforts were not followed up with training evaluations resulting in the uncertainty of the effectiveness and contribution of the program to individual and company performance. This study aims to develop an evaluation process to determine the effectiveness and contribution of education and training programs. This study refers to the Phillips Return of Investment Model to develop a training evaluation design. The results of the study show that the Training Return-of-Investment (ROTI) intervention in the form of a standard operating procedure (SOP) is accepted by users and can be used as a reference for implementing HR development through training evaluations for companies. Meanwhile, the evaluators can provide evaluation guidelines and assignments during the training evaluation session. The results of training programs cannot always be measured in monetary terms, so this training evaluation activity can also measure intangible benefits.Persaingan yang terjadi pada industri pelayanan kepelabuhan membuat perusahaan berupaya menciptakan kualitas SDM yang unggul dan professional. Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas karyawan, PT. X cukup bertekad selama proses pengembangan SDM dengan tujuan karyawan berpotensi tersebut menjadi talent perusahaan, melalui rencana program kerja salah satunya pendidikan dan pelatihan. Namun upaya pengembangan SDM tersebut tidak diikuti dengan evaluasi pelatihan mengakibatkan tidak diketahui secara pasti efektivitas dan kontribusi program tersebut terhadap kinerja individu hingga perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun proses pelaksanaan evaluasi untuk mengetahui efektivitas dan kontribusi program pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini mengacu pada Phillips Return Of Investment Model untuk menyusun rancangan evaluasi pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi Training Return-of-Investment (ROTI) dalam bentuk standard Operating Procedure (SOP) diterima oleh user dan dapat menjadi referensi acuan pelaksanaan pengembangan SDM melalui evaluasi pelatihan ke perusahaan. Sedangkan kepada para evaluator dapat memberikan panduan dan penugasan evaluasi selama sesi evaluasi pelatihan berlangsung. Hasil program pelatihan tidak selalu dapat diukur ke nilai uang/moneter sehingga kegiatan evaluasi pelatihan ini juga dapat mengukur manfaat yang bersifat intangible (tidak terlihat).