Ivan Andriansyah
Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) PADA AMDK DAN AMIU DI DAERAH PANYILEUKAN DENGAN MENGGUNAKAN SSA Ivan Andriansyah; Anne Yuliantini; Avita Rischa Yunita
Jurnal Kimia Riset Vol. 4 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.045 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v4i1.13192

Abstract

Air mineral merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling penting. Kebutuhan air minum dapat dipenuhi dari AMDK. Ada syarat yang harus dipenuhi oleh AMDK untuk menjamin kualitas air minum yang layak dikonsumsi. Salah satu syarat AMDK adalah tidak mengandung logam berat tembaga (Cu) yang lebih dari 0,5 bpj. Tembaga termasuk logam yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit tetapi dalam jumlah yang berlebihan akan bersifat toksik. Oleh karena itu, diperlukan analisis kadar Cu pada AMDK khususnya di daerah Panyileukan guna menjamin kualitas AMDK. Penelitian ini terdiri dari 2 tahapan, yaitu validasi, penetapan kadar sampel menggunakan SSA pada panjang gelombang 324,75 nm dan statistika. Dari hasil validasi, didapatkan persamaan kurva kalibrasi y = 0,1537x + 0,0134 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,998, batas deteksi dan kuantisasi berturut-turut sebesar  0,03 dan 0,12 bpj, persen perolehan kembali 0,5 – 1,7% dengan nilai SBR kurang dari 2 %. Hasil pengukuran kadar Cu pada AMDK berkisar antara 0,00100 – 0,00192 bpj. Dari data AMDK dapat dikatakan bahwa kadar Cu tidak melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh SNI 01-3553-2006 yaitu 0,5bpj.
PENETAPAN KADAR FLUORIDA PADA SAMPEL PASTA GIGI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK Ivan Andriansyah; Ikhsan Permana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.928 KB) | DOI: 10.37874/ms.v2i2.47

Abstract

Fluorida merupakan salah satu komponen pasta gigi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam rongga mulut, namun asupan fluorida yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan fluorosis pada gigi dan tulang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kadar senyawa fluorida dengan menggunakan pereaksi SPADNS – Asam Zirkonium dengan beberapa sampel varian yang ada di pasaran. Penelitian dilakukan dengan mendestruksi sampel dengan pelarut HNO 3 dan beberapa tetes H 2 O 2 sehingga didapat larutan bening. Kemudian sampel ditambah pereaksi Sodium 2-(Para-sulfophenylazo) - 1,8- dihydroxy -3,6-napthalene disulfonate (SPADNS) - asam zirkonil dan diukur dengan spektrofotometri sinar tampak. Diperoleh nilai panjang gelombang maksimum natrium fluorida 585 nm. Metode ini memiliki nilai akurasi dan presisi yang baik. Beberapa sampel menunjukkan bahwa kadar fluorida bervariasi antara 527,326 – 729,306 µg/ml. Konsentrasi fluorida pada beberapa sampel pasta gigi (anak, hotel dan media online) masih berada di bawah rentang persyaratan dalam Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia No. HK. 03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika yang telah menetapkan bahwa jumlah senyawa fluorida yang boleh terkandung dalam pasta gigi tidak boleh lebih dari 0,15 % atau 1500 µg/ml dihitung dari kadar total F (fluorida).
PENETAPAN KADAR FLUORIDA PADA SAMPEL PASTA GIGI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK Ivan Andriansyah; Ikhsan Permana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v2i2.47

Abstract

Fluorida merupakan salah satu komponen pasta gigi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam rongga mulut, namun asupan fluorida yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan fluorosis pada gigi dan tulang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kadar senyawa fluorida dengan menggunakan pereaksi SPADNS – Asam Zirkonium dengan beberapa sampel varian yang ada di pasaran. Penelitian dilakukan dengan mendestruksi sampel dengan pelarut HNO 3 dan beberapa tetes H 2 O 2 sehingga didapat larutan bening. Kemudian sampel ditambah pereaksi Sodium 2-(Para-sulfophenylazo) - 1,8- dihydroxy -3,6-napthalene disulfonate (SPADNS) - asam zirkonil dan diukur dengan spektrofotometri sinar tampak. Diperoleh nilai panjang gelombang maksimum natrium fluorida 585 nm. Metode ini memiliki nilai akurasi dan presisi yang baik. Beberapa sampel menunjukkan bahwa kadar fluorida bervariasi antara 527,326 – 729,306 µg/ml. Konsentrasi fluorida pada beberapa sampel pasta gigi (anak, hotel dan media online) masih berada di bawah rentang persyaratan dalam Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia No. HK. 03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika yang telah menetapkan bahwa jumlah senyawa fluorida yang boleh terkandung dalam pasta gigi tidak boleh lebih dari 0,15 % atau 1500 µg/ml dihitung dari kadar total F (fluorida).