Tri Rapani Febbiyanti
Pusat Penelitian Karet Sembawa Jalan Raya Palembang – Pangkalan Balai KM 29 Sembawa, Banyuasin 309553, Sumatera Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTERISASI ISOLAT Fusicoccum (Crous. S dan Wingf. M.J) PADA KARET (Hevea brasiliensis) SECARA MORFOLOGI DAN TEKNIK POLYMERASE CHAIN REACTION Yudiarto Sarsono; Dwi Sugiprihatini; Tuti Murdiati; Masayun Eka Maylandari; Tri Rapani Febbiyanti
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.665

Abstract

Fusicoccum merupakan salah satu penyebab penyakit gugur (hawar) daun pada tanaman karet.  Penyakit ini pernah terjadi di pertanaman karet Johor Peninsular Malaysia pada tahun 2010, yang disebabkan oleh cendawan Neofusicoccum ribis. Karantina Pertanian sebagai Focal Point bagian dari Organisasi Perlindungan  Tumbuhan  Nasional  berkepentingan untuk memastikan cendawan penyebab penyakit hawar daun pada tanaman karet dan melakukan tindakan untuk mencegah masuk dan/atau tersebarnya cendawan Neofusicoccum ribis yang dikelompokan sebagai Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPTK) A2 golongan I.  Oleh karena itu, Karantina Pertanian melalui Balai Besar Uji Standar Mutu Karantina Pertanian bekerja  sama  dengan  Pusat  Penelitian  Karet Sembawa serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) - Bogor mencoba mengembangkan metode uji dalam mengidentifikasi cendawan penyebab penyakit gugur daun Fusicoccum pada tanaman karet untuk keperluan karantina. Tujuan penelitian ini mengkarakterisasi patogen penyebab penyakit gugur daun Fusicoccum secara morfologi. Hasil Pemeriksaan morfologi secara langsung terhadap daun karet bergejala gugur daun diperoleh jenis cendawan Neofusicoccum dan hasil pengujian PCR dengan menggunakan primer ITS1/ITS4 universal dan dilanjutkan dengan Primer BOT15/BOT16, diperoleh Neofusicoccum umdonicola dan Neofusicoccum parvum yang selanjutnya disebut sebagai Neofusicoccum complex dengan masing-masing tingkat kekerabatan 99,66 % dan 97,08 %.