Indro Baskoro Miko Putro
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KERAMIK GANESHA F. WIDAYANTO DALAM PERSPEKTIF STRUKTURALISME LEVI-STRAUSS’ Indro Baskoro Miko Putro, S.Sn.
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain No. 3 November 2006
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v1i3.227

Abstract

Ceramics o f Ganesha by F. Widayaitto represent the expressive works o f art, which different fromthe sculptures o f Ganesha as the deity in Hindu mythology during Hie time we recognized. Pursuant tocharacteristic exist in both, and so its can be detailed and then be compared to and analyzed. One o f thecorrect perspectives to analyze these kinds o f expressive arts is the Structuralism perspective i f Levi-Strauss. I low this paradigm can decompose and give the solutions to the problems o f expression arl will beformulated later in this article.Key words: Ceramics, Ganesha, The expressive works o f art, Hindu mythology, The Structuralismperspective o f Levi-Strauss.
GERABAH SITI KENCONO AJI DI DESA PANJANGREJO PUNDONG BANTUL Indro Baskoro; Arif Suharson
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 5, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1212.028 KB) | DOI: 10.24821/corak.v5i2.2382

Abstract

Kelompok pengrajin gerabah Siti Kencono Aji adalah salah satu kelompok pengrajingerabah yang ada Desa Panjangrejo. Kelompok pengrajin ini didirikan sebagai wahana kegiatanbersama untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok pada khususnya dan kesejahteraanmasyarakat pengrajin gerabah di Desa Panjangrejo pada umumnya. Hasil produk gerabahbiasanya berwujud souvenir yang pada umumnya dipasarkan dalam bentuk merahan danhanya berdasarkan pesanan. Sebagian besar masyarakat pengrajin gerabah di Panjangrejobelum mengoptimalkan diri untuk membuat desain-desain baru ataupun mengaplikasikanteknologi finishing pada produk gerabahnya. Belum lagi system pengelolaan usaha danmanajemen yang masih seadanya, sehingga hasil produksi gerabah yang dikerjakan olehpengrajin Panjangrejo belum dapat berkembang dengan baik.Kegiatan meningkatkan mutu produksi terutama dalam menciptakan desain-desainbaru dan finishing produk, teknik pewarnaan dengan warna cat dan aplikasi bahan lain yangada di sekitar pengrajin menjadi solusi tepat agar gerabah Panjangrejo memiliki ciri khas.Sistem manajemen usaha dan pemasaran juga menjadi target program pendampingan agarkelompok masyarakat pengrajin gerabah di Desa Panjangrejo mampu mengelola danmengembangkan usaha gerabahnya. Sehingga dengan program ini, masyarakat pengrajingerabah Desa Panjangrejo akan menjadi maju dalam usaha gerabah dan meningkat tarafekonominya yang didukung dengan pengeloaan usaha/ manajemen yang baik.Program ipteks bagi masyarakat (IbM) diharapakan mampu membantu permasalahanmitra dalam hal inovasi dan finishing produk gerabah di Desa Panjangrejo. Pengembangandesain diarahkan agar gerabah produksi masyarakat Panjangrejo tidak monoton berbentuksilindris, tetapi memiliki diversifikasi bentuk, dan lebih mengarah pada perbaikan mutuproduk agar mampu menembus pasar global, sehingga meningkatkan ekonomi masyarakatpengrajin gerabah Panjangrejo. Pelatihan manajemen dan pemasaran e-commerce melaluimedia on line juga menjadi sasaran program pemberdayaan masyarakat, agar pemasaranproduk gerabahnya dapat menjangkau pasar yang lebih luas secara nasional maupuninternasional. Kata Kunci: Gerabah, Panjangrejo Pundong, Desain, Finishing
ALAT TRANSPORTASI KASULTANAN NGAYOGYAKARTA HADININGRAT DALAM PERSPEKTIF INTEGRASI STRUKTURAL Indro Baskoro Miko Putro
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 2, No 2 (2013): NOVEMBER 2013
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.002 KB) | DOI: 10.24821/corak.v2i2.2332

Abstract

The means of transport belonging to the palace of Yogyakarta Sultanate is treated asan heirloom that gets legitimacy sultan as Kagungan Dalem (the king) in accordance habitswithin the palace. Royal heirlooms, including transportation and the name has a certain degreeof corresponding 'proximity' to the sultan. Heirloom that has been used or is still used by theSultan and was named Kyai masculine , while the feminine was named Nyai. If the vehicle is amajor heirloom, then in front of Kyai or Nyai title is added to the title Kanjeng.Palace as the creator of "symbols", his actions are not solely based on theinterpretation of freedom as well as his own accord, but in pursuance of a stimulusinterpretation for the creation of a public servant interpretation response Ngayogyakartapalace. The existence of the palace transportation, must be addressed by society as a symbol ofthe greatness of Yogyakarta Yogyakarta Sultanate dynasties that have stood the test of time,proven to date is revitalized through rituals jamasan Kanjeng heritage train Nyai amulets andtrain companion Sura month, the exhibition train palace Mulud every month, and theprocession procession procession procession jumenengan sultan and the palace weddingreception using the train. Keywords: transportasi, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Integrasi Struktural  Alat-alat transportasi milik keraton Kasultanan Yogyakarta diperlakukan sebagaipusaka yang mendapat legitimasi sultan sebagai Kagungan Dalem (milik raja) sesuai kebiasaandilingkungan keraton. Benda-benda pusaka keraton, termasuk alat transportasi mempunyainama dan gelar tertentu sesuai ‘kedekatannya’ dengan sultan. Pusaka yang pernah digunakanatau masih digunakan oleh sultan dan bersifat maskulin diberi gelar Kyai, sedangkan yangbersifat feminin diberi gelar Nyai. Apabila kendaraan tersebut merupakan pusaka utama, makadidepan gelar Kyai atau Nyai tersebut akan ditambahkan gelar Kanjeng.Keraton sebagai pencipta “simbol-simbol”, tindakannya tidak semata-mataberdasarkan pada interpretasi kebebasan maupun kemauannya sendiri, namun dalamkerangka memberikan stimulus interpretasi bagi terciptanya respon interpretasi darimasyarakat kawula keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Keberadaan alat transportasi keratontersebut, tentunya akan ditanggapi oleh masyarakat Yogyakarta sebagai simbol kebesarandinasti Kasultanan Yogyakarta yang tidak lekang oleh waktu, terbukti sampai saat ini masihdirevitalisasi melalui upacara-upacara ritual jamasan pusaka kereta Kanjeng Nyai Jimat dankereta pendampingnya dibulan Sura, pameran kereta keraton setiap bulan Mulud, dan prosesiarak-arakan kirab jumenengan sultan maupun kirab resepsi pernikahan menggunakan keretakeraton. Kata Kunci: transportasi, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Integrasi Struktural
Program Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) Peningkatan Teknik Finishing Gerabah Kelompok Perajin Siti Kencono Aji Desa Panjangrejo, Pundong, Bantul Arif Suharson; Indro Baskoro Miko Putro
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i1.7005

Abstract

Kelompok perajin gerabah Siti Kencono Aji yang terletak di Desa Panjangrejo merupakan penghasil gerabah yang memiliki produk silindris dan belum banyak melakukan diversifikasi produk dan finishing pada bodi gerabahnya. Sebagian besar belum memahami perkembangan finishing sesuai tren desain selaras dengan kebutuhan masyarakat modern. Program IbM yang dilaksanakan dengan fokus kegiatan pada peningkatan teknik finishing menuju tren desain keramik. Kegiatan IbM dilaksanakan dengan menerapkan metode ceramah, diskusi, pembuatan diversifikasi produk (desain), praktik pembuatan produk, dan aplikasi teknik finishing. Teknik finishing menggunakan bahan finishing pabrikasi yang ramah lingkungan (water based) sesuai standar regulasi ekspor agar produk hasil program IbM dapat merambah ke pasar global. Hasil kegiatan program IbM telah menghasilkan diversifikasi produk keramik silindris dan nonsilindris sesuai tren desain yang memiliki multifungsi guna. Produk-produk gerabah memiliki fungsi praktis sesuai kegunaannya dan di sisi lain juga dapat menjadi benda hias. Teknik finishing pada bodi gerabah mampu memberikan kesan visual estetik yang indah sehingga meningkatkan kesan modern dan mewah di ruang interior atau eksterior. Tampilan estetik dengan teknik finishing sesuai dengan tren desain diharapkan dapat meningkatkan jumlah penjualan dengan harga yang lebih baik dan akan berdampak nyata dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok perajin gerabah Siti Kencono Aji di Desa Panjangrejo, Pundong, Bantul.    
Program Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) Peningkatan Teknik Finishing Gerabah Kelompok Perajin Siti Kencono Aji Desa Panjangrejo, Pundong, Bantul Arif Suharson; Indro Baskoro Miko Putro
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i1.7005

Abstract

Kelompok perajin gerabah Siti Kencono Aji yang terletak di Desa Panjangrejo merupakan penghasil gerabah yang memiliki produk silindris dan belum banyak melakukan diversifikasi produk dan finishing pada bodi gerabahnya. Sebagian besar belum memahami perkembangan finishing sesuai tren desain selaras dengan kebutuhan masyarakat modern. Program IbM yang dilaksanakan dengan fokus kegiatan pada peningkatan teknik finishing menuju tren desain keramik. Kegiatan IbM dilaksanakan dengan menerapkan metode ceramah, diskusi, pembuatan diversifikasi produk (desain), praktik pembuatan produk, dan aplikasi teknik finishing. Teknik finishing menggunakan bahan finishing pabrikasi yang ramah lingkungan (water based) sesuai standar regulasi ekspor agar produk hasil program IbM dapat merambah ke pasar global. Hasil kegiatan program IbM telah menghasilkan diversifikasi produk keramik silindris dan nonsilindris sesuai tren desain yang memiliki multifungsi guna. Produk-produk gerabah memiliki fungsi praktis sesuai kegunaannya dan di sisi lain juga dapat menjadi benda hias. Teknik finishing pada bodi gerabah mampu memberikan kesan visual estetik yang indah sehingga meningkatkan kesan modern dan mewah di ruang interior atau eksterior. Tampilan estetik dengan teknik finishing sesuai dengan tren desain diharapkan dapat meningkatkan jumlah penjualan dengan harga yang lebih baik dan akan berdampak nyata dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok perajin gerabah Siti Kencono Aji di Desa Panjangrejo, Pundong, Bantul.