Agung Sudrajat
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISA PENGUJIAN PERFORMA SISTEM KEMUDI PADA MOBIL TAWON Miftahc Giri Pramuaji; Agung Sudrajat; Yusvardi Yusuf
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v8i1.14087

Abstract

Mobil tawon merupakan mobil nasional yang diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya yang lokasi industrinya di Rangkasbitung – Banten. Mobil tawon masih memiliki desain sangat sederhana dan juga mesin dengan kapasitas kecil. Sistem kemudi mempengaruhi kenyamanan dan keamanan kendaraan saat melaju di jalan lurus maupun tikungan pada kecepatan lambat ataupun kencang. Penelitian ini bertujuan untuk “analisa pengujian performa sistem kemudi pada mobil tawon”. Untuk performa sistem kemudi terutama pada bagian rack dan pinion dikarenakan pada bagian ini sangat berpengaruh dalam pembelokan sistem kemudi kendaraan. Dengan dilakukan nya pengujian kerenggangan antara pusat kemudi dengan roda kemudi dengan pembelokan setiap 45° didapatkan kerenggangan saat di belokan ke arah ke kiri dan kekanan, untuk pembelokan ke arah kanan pada bagian sistem kemudi mencapai 540° sedangkan ke arah kiri hanya 360°. Salah satu analisa yang terjadi ialah adanya kerusakan pada gigi rack dan pinion, dan mobil tawon mengalami understeer saat berbelok.
ANALISA KARAKTERISTIK TRAKSI DAN EFISIENSI TRANSMISI PADA MOBIL TAWON 664 CC. Ichsandityo Wicaksono; Agung Sudrajat; Yusvardi Yusuf
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v8i1.14061

Abstract

Traksi merupakan gaya gesek maksimum yang bisa dihasilkan antara dua permukaan tanpa mengalami slip atau gaya tangensial yang ditransmisikan secara melintang terhadap dua permukaan melalui gesekan atau lapisan fluida yang menghasilkan gerakan, memberhentikan laju, atau mentransmisikan daya. Skripsi ini mempelajari tentang karakteristik traksi berdasarkan pertimbangan efisiensi transmisi yang dihasilkan oleh mobil tawon. dalam penelitian ini penulis melakukan tiga tahapan pengujian. Tahapan pertama adalah melakukan pengujian menggunakan dynotest untuk mengetahui daya aktual serta efisiensi transmisi, tahap kedua melakukan perhitungan sehingga didapat grafik karakteristik traksi kendaraan. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan analisa dari hasil grafik karakteristik yang telah didapat sehingga didapatkan kesimpulan. Dari hasil pengujian serta perhitungan diperoleh grafik karakteristik traksi dan efisiensi transmisi, pengujian dynotest menunjukan nilai efisiensi transmisi pada tingkat gigi 1, 2, 3, dan 4 berturut-turut sebesar 97,5 %, 75,8 %, 77,2 % dan 77,9 %. Nilai gaya dorong maksimal pada gigi 1, ,2 ,3 dan 4 berturut-turut sebesar 2,049 kN, 1,047 kN, 0,592 kN, dan 0,385 kN. Setelah dilakukan analisa terdapat loses traksi yang cukup besar pada tingkat gigi 1 menuju gigi 2 sebesar 1,313 kN, pada tingkat gigi 2 menuju gigi 3 sebesar 0,661 kN, dan pada tingkat gigi 3 menuju gigi 4 sebesar 0,209 kN.Kata kunci: Karakteristik Traksi, Dynotest, Transmisi, Mobil Tawon 664 cc.
ANALISA PENGUJIAN PERFORMA SISTEM KEMUDI PADA MOBIL TAWON Miftahc Giri Pramuaji; Agung Sudrajat; Yusvardi Yusuf
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v8i1.14087

Abstract

Mobil tawon merupakan mobil nasional yang diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya yang lokasi industrinya di Rangkasbitung – Banten. Mobil tawon masih memiliki desain sangat sederhana dan juga mesin dengan kapasitas kecil. Sistem kemudi mempengaruhi kenyamanan dan keamanan kendaraan saat melaju di jalan lurus maupun tikungan pada kecepatan lambat ataupun kencang. Penelitian ini bertujuan untuk “analisa pengujian performa sistem kemudi pada mobil tawon”. Untuk performa sistem kemudi terutama pada bagian rack dan pinion dikarenakan pada bagian ini sangat berpengaruh dalam pembelokan sistem kemudi kendaraan. Dengan dilakukan nya pengujian kerenggangan antara pusat kemudi dengan roda kemudi dengan pembelokan setiap 45° didapatkan kerenggangan saat di belokan ke arah ke kiri dan kekanan, untuk pembelokan ke arah kanan pada bagian sistem kemudi mencapai 540° sedangkan ke arah kiri hanya 360°. Salah satu analisa yang terjadi ialah adanya kerusakan pada gigi rack dan pinion, dan mobil tawon mengalami understeer saat berbelok.
ANALISA KARAKTERISTIK TRAKSI DAN EFISIENSI TRANSMISI PADA MOBIL TAWON 664 CC Ichsandityo Wicaksono; Agung Sudrajat; Yusvardi Yusuf
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v8i1.14061

Abstract

Traksi merupakan gaya gesek maksimum yang bisa dihasilkan antara dua permukaan tanpa mengalami slip atau gaya tangensial yang ditransmisikan secara melintang terhadap dua permukaan melalui gesekan atau lapisan fluida yang menghasilkan gerakan, memberhentikan laju, atau mentransmisikan daya. Skripsi ini mempelajari tentang karakteristik traksi berdasarkan pertimbangan efisiensi transmisi yang dihasilkan oleh mobil tawon. dalam penelitian ini penulis melakukan tiga tahapan pengujian. Tahapan pertama adalah melakukan pengujian menggunakan dynotest untuk mengetahui daya aktual serta efisiensi transmisi, tahap kedua melakukan perhitungan sehingga didapat grafik karakteristik traksi kendaraan. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan analisa dari hasil grafik karakteristik yang telah didapat sehingga didapatkan kesimpulan. Dari hasil pengujian serta perhitungan diperoleh grafik karakteristik traksi dan efisiensi transmisi, pengujian dynotest menunjukan nilai efisiensi transmisi pada tingkat gigi 1, 2, 3, dan 4 berturut-turut sebesar 97,5 %, 75,8 %, 77,2 % dan 77,9 %. Nilai gaya dorong maksimal pada gigi 1, ,2 ,3 dan 4 berturut-turut sebesar 2,049 kN, 1,047 kN, 0,592 kN, dan 0,385 kN. Setelah dilakukan analisa terdapat loses traksi yang cukup besar pada tingkat gigi 1 menuju gigi 2 sebesar 1,313 kN, pada tingkat gigi 2 menuju gigi 3 sebesar 0,661 kN, dan pada tingkat gigi 3 menuju gigi 4 sebesar 0,209 kN
UJI PERFORMA MESIN MOBIL TAWON 664 CC BERDASARKAN AKSELERASI DAN VARIASI PEMBEBANAN Muhamad Faiz; Agung Sudrajat; Yusvardi Yusuf
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v8i1.14062

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh variasi beban terhadap akselerasi dan konsumsi bahan Bakar. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui seberapa besar nilai tingkat Akselerasi dan Konsumsi bahan bakar yang dihasilkan dengan menggunakan variasi beban. Beban ditempatkan di muatan penumpang pada Mobil Tawon 664 cc masing – masing sebesar 80 kg, 160 kg, 240 kg, 320 kg, 400 kg. Pengujian akselerasi dilakukan di lintasan yang sudah ditentukan dengan membandingkan variasi beban terhadap muatan penumpang sebanyak 5 variasi beban yang berbeda, sedangkan Pengujian konsumsi bahan bakar dilakukan di lintasan yang sudah ditentukan dengan ukuran volume yaitu 100 ml per variasi beban yang berbeda untuk melihat jarak tempuh terjauh setiap percobaan. Pada jarak 100 m dengan beban 80 kg mampu mencapai sebesar 0,799 m/s. Hal ini menunjukan bahwa beban 80 kg menjadi nilai akselerasi yang optimal dibandingkan dengan variasi beban lainnya. Pada putaran mesin 2500 rpm variasi beban 80 kg mendapatkan sfc sebesar 0,1000 kg/kwh. Hal ini menunjukan bahwa beban muatan 80 kg menjadi konsumsi bahan bakar paling hemat dibandingkan dengan variasi beban lainnya