Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Komparasi Penggunaan Bahan Bakar Pertalite, Pertamax Dan Pertamax Turbo Terhadap Hasil Emisi Gas Buang Pada Motor Yamaha R15 All New 2017 Budi Yono
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 7, No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v7i2.12382

Abstract

Pertumbuhan kendaraan di Indonesia menyebabkan pencemaran udara akibat emisi gas buang kendaraan. Untuk mengurangi kandungan emisi gas buang kendaraan (HC dan CO). Salah satu upaya yang dilakukan dengan proses pembakaran sempurna adalah penggunaan berbagai jenis bahan bakar. Berdasarkan gejala-gejala tersebut, maka Tujuan pengujian mesin bagaimana membandingkan penggunaan berbagai jenis bahan bakar dengan emisi gas buang sepeda motor 4 tak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sepeda motor Yamaha R15 ALL NEW 2017 dengan metode penelitian eksperimental menggunakan bahan bakar, Pertalite, dan Pertamax, Pertamax Turbo sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis bahan bakar pada motor Yamaha R15 ALL NEW 2017 yang menggunakan bahan bakar Petalite menghasilkan rata-rata CO dan HC untuk setiap putaran rate sebesar 1,851% dan 428 Ppm setelah dilakukan perawatan penggantian bahan bakar Pertamax dan Pertamax Turbo. di luar. Diketahui bahwa rata-rata CO yang dihasilkan oleh masing-masing bahan bakar uji untuk setiap laju putaran adalah 3,9%, 12,3%, 52% (%), 4,4% dan rata-rata HC yang dihasilkan oleh setiap bahan bakar uji. setiap revolusi adalah 192,5 Ppm, 81 Ppm, 321 Ppm, dan 74 Ppm. Berdasarkan analisis data karbon monoksida dan hidrokarbon pada sepeda motor Yamaha R15 All New 2017 dapat disimpulkan bahwa bahan bakar uji terbaik adalah bahan bakar Pertamax Turbo, karena terjadi penurunan CO dan HC pada setiap putaran mesin. Kata Kunci: Bahan Bakar, Emisi Gas Buang, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo 
PELATIHAN PENGELASAN DASAR SMAW PADA SISWA SMK DIPONEGORO KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN UNTUK PENINGKATAN HARD SKILL budi yono
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v2i12021p37-41

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagi peningkatan kemampuan dalam bidang pengelasan dasar SMAW. Peserta kegiatan ini adalah siswa SMK diponegoro Kecamatan Karang Anyar Kabupaten Pekalongan.Metode kegiatan yang akan disampaikan kepada siswa SMK Diponegoro KarangAnyar kabupaten Pekalongan dalam bentuk peningkatkan pemahaman pengelasan SMAW, siswa juga dibekali cara menyambung logam dengan posisi T . Kegiatan pengabdian masyarakat ini menghasilkan sebagai berikut : (1). Meningkatkan sumber daya manusia khususnya SMK yang memiliki keahlian profesional dengan ketrampilan, pengetahuan , serta etos kerja yang tinggi. (2). Mengenalkan siswa pada pekerjaan sistem pengelasan listrik SMAW pada dunia industri sehingga pada saatnya mereka terjun ke lapangan pekerjaan yang sesungguhnya dapat beradaptasi dengan cepat (3) Mempersiapkan sumber daya manuasia berkualitas yang sesuai dengan smk diponegoro Karang anyar disimpulkan sebagai berikut : (1). Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK Diponegoro Karang Anyar Kabupaten Pekalongan maka memberikan pengetahuan, pemahaman dan diSMK Diponegoro Karang Kabupaten Pekalongan sesuai dengan standar BNSP. (2) memperkenal peralatan mesin las listrik yang cara pemakaianya dengan mudah sesuai dengan prosudur keselamatan Kerja.Kata Kunci : Pengelasan , SMAW , Pengabdian Abstrak The purpose of this community service activity is to increase the ability in the field of basic SMAW welding. Participants of this activity are students of SMK Diponegoro, Karang Anyar District, Pekalongan Regency. The method of activity that will be conveyed to students of SMK Diponegoro KarangAnyar, Pekalongan district is in the form of increasing understanding of SMAW welding, students are also provided with how to join metal with the T position. This community service activity resulted in the following: (1). Improve human resources, especially vocational schools, which have professional expertise with high skills, knowledge and work ethic. (2). Introducing students to the work of the SMAW electric welding system in the industrial world so that at the time they go to work fields that can actually adapt quickly (3) Preparing quality human resources in accordance with SMP Diponegoro Karang Anyar is concluded as follows: (1). With the existence of community service activities at SMK Diponegoro Karang Anyar, Pekalongan Regency, it provides knowledge, understanding and education at SMK Diponegoro Karang, Pekalongan Regency in accordance with BNSP standards. (2) Introducing electric welding machine tools that use them easily in accordance with work safety procedures.Keywords: Welding, SMAW, Community Service
PENGARUH PENGGUNAAN AIR SUMUR , AIR COOLANT , AIR TETES AC TERHADAP SUHU MESIN PADA MOBIL TOYOTA KIJANG GRAND EXTRA 1994 Budi Yono
Jurnal Teknovasi : Jurnal Teknik dan Inovasi Vol 7, No 2 (2020): TEKNOVASI OKTOBER 2020
Publisher : LPPM Politeknik LP3I Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55445/teknovasi.v7i2.477

Abstract

Engine heat is generated from the combustion of fuel in the cylinder to generate power, but if left unchecked, it will cause an overheating effect. The engine temperature must be stabilized by the cooling system assisted by coolant through the radiator so that the engine working temperature can be maintained. There are several variations of the coolant used as the test medium (well water, AC drip water, coolant water that has different specifications from one another. This research was conducted on July 15, 2020 using the Toyota Grand Extra 1994 car. (coolant) used is water. Research Purposes Aim to determine the temperature of the engine produced by a car using a variation of liquid water The test is carried out at a distance of 3 km, 8 km, 11.5 km, 15 km. engine 640C, 770C, 810C, 85 0C. For liquid molasses it produces engine temperatures of 690C, 750C, 810C, 810C. For Coolant water liquid produces an engine temperature of 530C, 680C, 670C, 720C. Of the three liquids, the most effective is liquid. water coolant. Keywords: Well water, Sugarcane Drops, Coolant Water, Radiator, Coolant