Cicylia Triratna Kereh
Universitas Pattimura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN SOFTWARE CROCODILE PHYSICS 6.0.5 DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MATERI GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB) Cicylia Triratna Kereh; Wa Ode Astryanty; Heppy Sapulette
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 7, No 1 (2020): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jipf.v7i1.11055

Abstract

Kebanyakan guru fisika  di Maluku masih mengajar secara konvensional. Sebagian guru terutama di perkotaan sudah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), akan tetapi terbatas untuk mempresentasikan materi yang disiapkan dalam program power point. Situasi ini terjadi juga di salah satu sekolah menengah atas negeri di Maluku Tengah yang berujung pada penguasaan materi Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) yang rendah oleh peserta didik, terutama pembahasan mengenai grafik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencapai hasil belajar fisika dan meningkatkan penguasaan materi GLBB dengan menggunakan software simulasi Crocodile Physics 6.0.5. Penelitian ini bersifat deskriptif. Sampel dalam penelitian adalah peserta didik kelas X MIA3 suatu SMA Negeri di Maluku Tengah yang berjumlah 23 orang. Kemampuan peserta didik pada tes awal sangat rendah dengan skor rata-rata sebesar 9,6 yang artinya berkualifikasi gagal. Setelah proses pembelajaran menggunakan softwarei Crocodile Physics 6.0.5, hasil belajar peserta didik menjadi lebih baik. Hal ini terlihat pada hasil rata-rata skor pencapaian yang diperoleh peserta didik pada aspek kognitif,afektif, psikomotor berturut-turut adalah 85,6; 86,9; dan 86,7. Ini berarti hasil belajar kelompok peserta didik tersebut dalam ketiga aspekada pada kualifikasi baik. Rata-rata skor pencapaian tes formatif mereka juga baik (86,5). Selain itu, nilai uji N-gain rata-rata diperoleh 0,8 yaitu pada kategori tinggi.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan dua hal yaitu: (1) peserta didik berhasil mencapai hasil belajar yang baikdalam materi GLBB; dan (2)terjadi peningkatan penguasaan mereka dalam materi tersebut.
PENGGUNAAN LABORATORIUM VIRTUAL PHET DALAM MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI GERAK HARMONIK SEDERHANA Aldi Tupalessy; Cicylia Triratna Kereh; Sarlota Singerin
Science Map Journal Vol 3 No 2 (2021): Science Map Journal
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jmsvol3issue2pp47-55

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah model pembelajaran yang digunakan guru belum dapat meningkatkan penguasaan materi berdasarkan nilai rerata KKM mata pelajaran fisika 70, pada peserta didik kelas X IPA-1 SMA Negeri 5 Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan materi gerak harmonik sederhana menggunakan laboratorium virtual PhET dalam model discovery learning. Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan one-group pre-test and pro-test dengan sampel kelas X IPA-1 sebanyak 31 peserta didik yang di ambil secara acak (random). Data dalam penelitian ini dihimpun melalui instrumen tes dan non tes, instrumen tes berupa tes awal dan tes akhir sedangkan instrumen non tes berupa lembaran kerja peserta didik (LKPD). Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tes awal, 100 % peserta didik berada pada kualifikasi gagal, dengan rerata skor pencapaian adalah 35,82. Skor pencapaian maksimum adalah 68,4 sedangkan minimum adalah 25,3. Hasil analisis aspek kognitif selama proses pembelajaran berlangsung menggunakan laboratorium virtual PhET dalam model discovery learning menunjukan bahwa rerata skor pencapaian peserta didik adalah 95,63 yang pada kualifikasi sangat baik. Hasil ini dikumpulkan berdasarkan penyelesaian soal-soal yang terdapat dalam LKPD. Kemampuan peserta didik setelah pembelajaran memperlihatkan adanya perubahan. Rerata skor pencapaian tes akhir peserta didik mencapai 83,46 yang berada pada kualifikasi baik. Untuk hasil uji N-Gain diperoleh 0,7 yang berada pada kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan penguasaan materi setelah menggunakan laboratorium virtual PhET dalam model discovery learning