This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Charles D. Siregar
Bagian Ilmu Kesehatan Anak - Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara / RS H. Adam Malik

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Awitan Pubertas pada Anak Perempuan di Perkotaan dan Pedesaan Syamsul Azwar; Rita E. Rusli; Khainir Akbar; Charles D. Siregar; Hakimi Hakimi
Sari Pediatri Vol 3, No 2 (2001)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.263 KB) | DOI: 10.14238/sp3.2.2001.115-8

Abstract

Rerata awitan pubertas pada anak perempuan terjadi pada usia 11 tahun dengan rentangusia antara 8-13 tahun. Awitan pubertas didapati berbeda pada anak perempuan yangtinggal di perkotaan dan pedesaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaanrerata awitan pubertas pada anak perempuan perkotaan dan pedesaan. Penelitian inidilakukan secara cross sectional study pada murid perempuan Sekolah Dasar Al-AzharKotamadya Medan (perkotaan) dan murid Sekolah Dasar Negeri Nomor 050577 Binjai(pedesaan). Dilakukan pemeriksaan tingkat perkembangan payudara pada kedua subyekberdasarkan skala Tanner. Analisis statistik menggunakan Student t-test dengan tingkatkemaknaan p < 0,05. Diantara sampel pada 99 anak, awitan pubertas pada anakperempuan perkotaan pada usia 8, 9, 10, 11, dan 12 tahun berturut turut 12,1%; 23,2%;33,3%; 27,3%; dan 4,0% dengan rentang usia 8-12 tahun. Pada anak perempuanpedesaan pubertas didapatkan pada usia 9, 10, 11, 12, dan 14 tahun berturut-turut1,0%; 13,1%; 30,3%; 29,3%; dan 7,1% dengan rentang usia 9 – 14 tahun. Rerata usiaawitan pubertas pada anak perempuan perkotaan 9,88 + 1,07 dan pada anak perempuanpedesaan 11,74 + 1,16 tahun. Terdapat perbedaan yang bermakna antara rerata awitanpubertas anak perempuan perkotaan dan pedesaan, demikian pula antara status giziantara anak perempuan perkotaan dan pedesaan. Kesimpulan, awitan pubertas lebihcepat dialami anak perkotaan dibanding anak perempuan pedesaan.