This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Novie H. Rampengan
Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi/RSU Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan antara Leptin dengan Demam Berdarah Dengue James Widjaja; Max F.J. Mantik; Novie H. Rampengan
Sari Pediatri Vol 15, No 4 (2013)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp15.4.2013.254-8

Abstract

Latar belakang. Patogenesis demam berdarah dengue (DBD) sampai saat ini masih belum jelas. Status gizi merupakan faktor risiko terjadinya perburukan pada DBD. Leptin, suatu protein hormon yang dihasilkan oleh sel adiposit diduga berperan dalam perburukan perjalanan penyakit DBD.Tujuan. Mencari hubungan antara leptin dengan demam berdarah dengue pada anak.Metode. Penelitian dilakukan secara analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Pasien didiagnosis DBD berdasarkan kriteria WHO dan dikonfirmasi dengan pemeriksaan serologis NS1 dengue IgG dan IgM atau anti dengue rapid test. Data berupa kadar hematokrit, jumlah trombosit, jumlah lekosit, kadar hemoglobin dan kadar leptin dikumpulkan selama penelitian. Analisis statistik menggunakan analisis deskriptif dan regresi logistik.Hasil. Didapatkan tiga puluh delapan anak, 19 (50%) lelaki dan 19 (50%) perempuan. Duapuluh tujuh anak (71,1%) didiagnosis DBD tanpa syok dan 11 anak (28,9%) DBD dengan syok. Rerata kadar hemoglobin anak dengan DBD 13,23 (SB 1,78) g/dL (95% IK 12,64-13,81), rerata kadar hematokrit 39,78 (SB 6,16)% (95% IK 37,75-41,80), rerata jumlah leukosit 5.366 (SB 2,410)/mm3 (95% IK 4,574-6,158), rerata jumlah trombosit 79,342 (SB 47,911)/mm3 (95% IK 63,594-95,090), rerata kadar plasma leptin anak yang menderita DBD 2417,88 (SB 7092,44) pg/mL (95% IK 86,66 – 4749,11). Terdapat hubungan positif yang bermakna antara kadar leptin plasma darah dengan peluang terjadinya syok pada DBD anak (p=0,042).Kesimpulan. Semakin tinggi kadar leptin, semakin besar peluang untuk terjadinya syok pada DBD.