This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Taralan Tambunan
Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inkontinensia Urin pada Anak Taralan Tambunan
Sari Pediatri Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.906 KB) | DOI: 10.14238/sp2.3.2000.163-9

Abstract

Secara umum gangguan berkemih yang disebut mengompol dapat dibagi dalam duakelompok yaitu enuresis dan inkontinensia urin. Enuresis dianggap sebagai akibatmaturasi proses berkemih yang terlambat, umumnya tidak ditemukan kelainan organikyang nyata sebagai penyebab. Inkontinensia urin didefinisikan sebagai pengeluaran urinyang terjadi tanpa kontrol (involunter) meskipun si pasien berusaha sekuat mungkinmenahannya, kencing bisa menetes dan tidak lampias, terjadi seketika. Dalam kenyataansehari-hari, tidak mudah membedakan enuresis dengan inkontinensia urin. Inkontinensiaurin lebih sering bersifat kronik dan progresif. Klasifikasi dapat disusun berdasarkanetiologi, kelainan pola berkemih maupun berdasarkan tingkat lesi neurologik. Pendekatandiagnostik yang lebih mutakhir didasarkan pada hasil pemeriksaan miksiosistoureterografidan urodinamik yang menggolongkan inkontinensia dalam dua bagian yaituinkontinensia fungsional dan organik. Dalam periode 11 tahun di Bagian Ilmu KesehatanAnak FKUI-RSCM Jakarta (1989-2000) tercatat 18 kasus inkontinensia urin, 9 diantaranya tergolong dalam buli-buli neurogenik akibat spina-bifida. Masalah utama yangdihadapi ialah ISK berulang dan gagal ginjal kronik. Penanganan yang baik dan tepatharus dimulai dari upaya diagnostik yang akurat. Prioritas utama ialah pemeliharaanfungsi ginjal, pemberantasan infeksi berulang dengan memperhatikan kondisi neurologisyang diderita. Kerjasama antar disiplin seperti urologi, pediatri dan rehabilitasi mediksangat diperlukan, namun di atas segalanya, perhatian, kesabaran dan dedikasi untukmenolong pasien sangat penting agar kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan.