This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Pamela Kartoyo
PPDS Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penimbunan Besi Terhadap Hati pada Thalassemia Pamela Kartoyo; Purnamawati SP
Sari Pediatri Vol 5, No 1 (2003)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.482 KB) | DOI: 10.14238/sp5.1.2003.34-8

Abstract

Thalassemia merupakan penyakit hemolitik kronis dengan gejala utama anemia danmemerlukan transfusi darah berulang. Transfusi darah berulang dan peningkatanabsorpsi besi di usus sebagai akibat eritropoiesis yang tidak efektif pada penderitathalassemia menyebabkan penimbunan besi. Hati merupakan organ utama yangterganggu karena hati merupakan tempat penyimpanan utama cadangan besi. Padakeadaan penimbunan besi, kadar besi serum, saturasi transferin dan feritin akanmeningkat serta transferin binding capacity (TBC) terlampaui, hal ini dapatmenyebabkan reaksi radikal bebas yang bersifat sitotoksik sehingga mengakibatkankerusakan oksidasi lipid, protein dan asam nukleat. Penimbunan besi kronis di hatimengakibatkan fibrosis serta sirosis hati, dan biopsi hati merupakan baku emas untukmenilai penimbunan besi di hati juga dapat memberi informasi mengenai derajatkerusakan hati. Bahaya lain akibat pemberian transfusi darah berulang padathalassemia adalah terinfeksi virus hepatitis C. Pada hepatitis C, kadar besi serum,saturasi transferin dan feritin meningkat dan penimbunan besi ini akan memperberatpenyakit hepatitis C. Hal ini disebabkan besi akan meningkatkan kerusakan radikalbebas pada hepatosit yang telah rusak sebelumnya akibat infeksi virus hepatitis C.Untuk mengatasi penimbunan besi diperlukan zat kelasi besi seperti desferal, dansenyawa anti oksidan seperti vitamin E dapat melindungi hepatosit terhadapkerusakan sel dan peroksidasi lipid. Untuk mencegah dan mengurangi risiko terinfeksivirus hepatitis B dan C pada penderita thalassemia perlu dilakukan uji tapis (skrining)terhadap setiap donor darah.