This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Djauhar Ismail
Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/RSUP. Dr. Sardjito, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Mengikuti Kelompok Bermain dan Perkembangan Anak Elsa Maimon; Djauhar Ismail; Mei Neni Sitaresmi
Sari Pediatri Vol 15, No 4 (2013)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp15.4.2013.232-6

Abstract

Latar belakang. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk stimuli yang akan memacu perkembangan anak agar berjalan secara optimal sesuai usianya. Salah satu bentuk pendidikan yang banyak ditawarkan saat ini adalah kelompok bermain. Sebagian orang tua ragu tentang manfaat mengikuti kelompok bermain untuk perkembangan anak. Sebuah penelitian kohort menyebutkan bahwa pendidikan usia dini memberikan kehidupan sosial yang lebih baik, tetapi penelitian tersebut tidak mengevaluasi pertkembangan anak.Tujuan. Mengetahui hubungan mengikuti kelompok bermain dengan pencapaian perkembangan anak.Metode. Penelitian dilakukan di kota Yogyakarta secara cross sectional dengan mengambil subyek murid Taman Kanak-kanak yang baru satu bulan bersekolah dan dilakukan penilaian perkembangan dengan metode Denver II. Analisis statistik dilakukan dengan uji X².Hasil. Seratus tujuh puluh dua anak menjalani pemeriksaan perkembangan dan melengkapi data penelitian. Pencapaian perkembangan anak lebih baik pada kelompok anak yang mengikuti kelompok bermain dibandingkan dengan anak yang tidak mengikuti kelompok bermain (p=0,003). Mengikuti kelompok bermain memberikan kontribusi pada perkembangan anak (OR 3,2; IK 95%: 1,558-6,774, p=0,002).Kesimpulan. Mengikuti kelompok bermain berhubungan dengan pencapaian perkembangan anak dan bermanfaat untuk perkembangan anak.
Hubungan Ibu Bekerja dengan Keterlambatan Bicara pada Anak Aries Suparmiati; Djauhar Ismail; Mei Neni Sitaresmi
Sari Pediatri Vol 14, No 5 (2013)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp14.5.2013.288-91

Abstract

Latar belakang. Akhir-akhir ini, terjadi peningkatan jumlah ibu bekerja. Prevalensi keterlambatan bicara pada anak juga meningkat. Salah satu faktor risiko terjadinya keterlambatan bicara pada anak adalah faktor lingkungan termasuk ibu bekerja. Tujuan.Untuk mengetahui hubungan antara ibu bekerja dengan keterlambatan bicara pada anak.Metode.Rancangan penelitian kasus kontrol, dengan jumlah sampel 45 anak pada kelompok kasus, dan 45 kelompok kontrol dengan matching sesuai umur dan jenis kelamin. Kriteria inklusi adalah anak usia 12 sampai dengan 36 bulan, yang mengalami keterlambatan bicara. Kriteria eksklusi adalah anak dengan gangguan pendengaran, global developmentan delay, retardasi mental, dan autisme. Hasil data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik Chi-square.Hasil.Tidak ada hubungan antara ibu bekerja dengan keterlambatan bicara pada anak, dengan OR 1,93 (IK95%;0,81–4,58;p=0,13). Sedangkan faktor lain, yang diuji hanya faktor riwayat keluarga terlambat bicara, yang hasilnya bermakna dengan nilai OR 7,81 ( IK 95% 1,636 – 37,36; p=0,04).Kesimpulan.Tidak terdapat hubungan antara ibu bekerja dengan keterlambatan bicara pada anak. Terdapat hubungan antara riwayat keluarga terlambat bicara dengan keterlambatan bicara pada anak.