This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Ferdy H
Unit Perinatologi SMF Anak, RSAB Harapan Kita, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Mikroorsganisme dan Sensitivitas dari Spesimen Klinik di UPIN dan “Intermediate ward”s Johanes Edy S; Ferdy H; Latre B
Sari Pediatri Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.864 KB) | DOI: 10.14238/sp9.1.2007.67-74

Abstract

Latar belakang. Angka kematian neonatus masih tinggi terutama di negara berkembang dan salah satupenyebabnya adalah infeksi dan sepsis. Untuk penanganan yang tepat dan akurat maka pemeriksaan biakandarah, urin, dan cairan tubuh lainnya dianggap penting karena dapat mengetahui kuman penyebab infeksidan juga jenis antibiotika yang sensitif. Pola kuman tidak selalu sama untuk satu periode waktu, hal inimungkin disebabkan oleh karena penggunaan antibiotika yang semakin luas.Tujuan. Mendapatkan data survailans pola mikroorganisme guna meningkatkan kualitas pelayanan dalammanajemen bayi risiko tinggi yang dirawat di ruang neonatal.Metode. Studi observasional potong lintang pada bayi risiko tinggi yang tercatat di Bagian NeonatologiRumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita dari Januari sampai Desember 2004. Pengambilansampel darah atau cairan tubuh lainnya dari bayi yang dicurigai infeksi. Dicatat data antara lain temperatur,frekuensi nafas, frekuensi nadi & denyut jantung, aktivitas menyusui & menangis, umur kehamilan danberat badan, lama dari ketuban pecah dini, warna cairan ketuban, cairan lambung, darah lengkap termasukneutropil granulotoksik, C-reactive protein dan prognosis.Hasil. Jumlah subyek 1331 bayi, ditemukan 264 (47,4%) kuman pada biakan darah dan cairan tubuhlainnya (Serratia sp, K. pneumoniae, E. aerogenes, Klebsiella sp, P. aeruginosa, S. aureus, S. epidermidis,S. pyogenes, Cansdida sp) di UPIN. Sedangkan di intermediate ward ditemukan 164 (34,9%) kuman(Serratia sp, K. pneumoniae, E. aerogenes, E. coli pathogen, Pseudomonas sp, Proteus mirabilis, S. aureus,S. epidermidis, S viridans, Candida sp).Kesimpulan. Keberhasilan penemuan hasil biakan kuman dari darah atau cairan tubuh lain sangat pentinguntuk membantu dalam peningkatan pelayanan medis dengan memberikan antibiotik yang tepat. Hasilbiakan kuman terkait dengan kecepatan, ketepatan dalam pengambilan sampel, penyimpanan, danpengiriman bahan ke laboratorium