This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Ringoringo HP
Kepala UPF Anak RSUD Banjarbaru Kalimantan Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hepatoblastoma di Rumah Sakit Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta: peran kemoterapi preoperatif Ringoringo HP; Endang Windiastuti; Djajadiman Gatot
Sari Pediatri Vol 7, No 4 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.984 KB) | DOI: 10.14238/sp7.4.2006.207-13

Abstract

Latar belakang: hepatoblastoma adalah tumor yang jarang ditemukan, namunmerupakan tumor ganas primer hati yang paling banyak pada masa kanak-kanak. Sejakdiperkenalkan rejimen kemoterapi untuk penanganan hepatoblastoma, angkakelangsungan hidup pasien meningkat.Tujuan penelitian: untuk mengetahui profil hepatoblastoma anak di DepartemenIlmu Kesehatan Anak RS Cipto Mangunkusumo Jakarta dan menilai efektifitaskemoterapi preoperatifBahan dan Cara: sampel penelitian adalah semua pasien hepatoblastoma baru yangdirawat di Divisi Hematologi Onkologi Departemen IKA FKUI RSCM, Pebruari 1999sampai dengan Pebruari 2005. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran histopatologijaringan tumor. Sebelum mendapatkan kemoterapi, dilakukan pemeriksaan kadar alfafeto protein serum (AFP) dan pemeriksaan radiologis untuk menentukan stadiumpenyakit. Semua pasien mendapat kemoterapi menurut protokol PLADO yang terdiridari sisplatin (80 mg/kgBB/hari) dan doksorubisin (30 mg/kgBB/hari). Evaluasi responspengobatan dilakukan setelah pasien mendapat kemoterapi minimal sebanyak 2 siklus,berupa pemantauan klinis, pemeriksaan kadar AFP, dan pemeriksaan USG / CT scanabdomen. Operasi pengangkatan tumor dilakukan bila setelah pemberian kemoterapimassa tumor dianggap dapat direseksi.Hasil: selama kurun waktu 6 tahun terdapat 14 pasien hepatoblastoma rentang usiaantara 3 bulan sampai 54 bulan, dengan median 7 bulan. Enam pasien laki-laki dan 8pasien perempuan. Semua pasien datang dengan keluhan utama perut yang semakinmembesar. Kadar AFP meningkat pada semua pasien dengan median 323 ng/ml.Pemeriksaan USG, CT scan dan MRI abdomen menunjukkan massa tumor ditemukanpada kedua lobus hati pada 7 pasien, sedang pada 7 pasien lainnya massa tumor hanyapada 1 lobus. Semua pasien datang pada stadium III. Biopsi hati yang dilakukan,menunjukkan gambaran histopatologi jenis epitelial fetal (9), epitelial mesenkimal (2),epitelial fetal-embrional (1), dan 1 jenis mesenkimal. Pada 1 pasien konfirmasi diagnosishanya berdasarkan pemeriksan CT scan abdomen dan kadar AFP. Pemberian kemoterapipreoperatif (protokol PLADO) pada 8 pasien menunjukkan respons yang cukup baik,yang ditandai oleh pengecilan massa tumor dan penurunan kadar AFP.Kesimpulan: Umumnya pasien hepatoblastoma datang dalam stadium lanjut danpemberian kemoterapi preoperatif menunjukkan respons yang baik untuk selanjutnyadapat dilakukan tindakan pembedahan.
Profil Parameter Hematologik dan Anemia Defisiensi Zat Besi Bayi Berumur 0-6 Bulan di RSUD Banjarbaru Ringoringo HP; Endang Windiastuti
Sari Pediatri Vol 7, No 4 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp7.4.2006.214-8

Abstract

Latar belakang. Anemia defisiensi besi (Fe) masih merupakan salah satu masalah utama didunia, terutama di negara-negara berkembang. Prevalensi anemia yang tinggi akan berdampakterhadap tumbuh kembang anak. Diperkirakan 20%-25% bayi di dunia menderita anemiadefisiensi besi, data Survei Kesehatan Rumah Tangga di Indonesia tahun 1995 menunjukkanbahwa 50% wanita hamil dan 40,5% balita menderita anemia defisiensi Fe.Tujuan. Untuk mengetahui profil parameter hematologik dan prevalens anemia defisiensiFe pada bayi berusia 0-6 bulan di RSUD Banjarbaru Kalimantan Selatan.Metoda. Sampel penelitian ini adalah semua bayi yang lahir di RSUD Banjarbaru danbayi datang untuk diimunisasi di Poliklinik Imunisasi RSUD Banjarbaru, berumur 0-6bulan, sejak tanggal Juli 2005 sampai dengan September 2005. Definisi anemia defisiensiFe apabila kadar Hb < 11 g/dl disertai 1 atau 2 kriteria ini terpenuhi, yaitu RDW = 15% atau index Mentzer >13.Hasil. Jumlah bayi yang memenuhi kriteria inklusi terdapat 104 bayi terdiri dari 53 bayilaki-laki (51%) dan 51 bayi perempuan (49%) dengan rentang umur 1 hari sampai dengan6 bulan. Semua bayi lahir cukup bulan dengan berat lahir rata-rata 3150 gram ± 486,7 gram.Profil parameter hematologik menunjukkan nilai normal, kecuali Hb dan MCHC. Prevalensanemia defisiensi Fe terdapat pada 38,5% bayi. Faktor risiko berat lahir dan jenis kelaminuntuk terjadinya anemia defisiensi Fe pada penelitian ini tidak bermakna (p>0,05).Kesimpulan. Profil hematologik menunjukkan nilai normal kecuali Hb dan MCHCdan prevalens anemia defisiensi Fe adalah 38,5%.