This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Sjarif Hidayat
Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak FKUP/RSUP dr. Hasan Sadikin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konstipasi dan Faktor Risikonya pada Sindrom Down Ina Rosalina; Sjarif Hidayat
Sari Pediatri Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.145 KB) | DOI: 10.14238/sp6.1.2004.10-5

Abstract

Konstipasi adalah keterlambatan atau kesulitan buang air besar yang terjadi 1 sampai 2kali per minggu atau lebih dari 3 hari secara berturut-turut. Angka kejadian konstipasipada anak bervariasi antara 2-20%, pada umumnya merupakan suatu gejala dari penyakit.Kegagalan dalam proses defekasi merupakan penyebab utama dari konstipasi dan hipotonimerupakan salah satu keadaan yang mengakibatkan terjadinya konstipasi tersebut.Sindrom Down merupakan kelainan kromosom yang dapat mengakibatkan terjadinyahipotoni pada seluruh sistem muskuloskeletal termasuk pada saluran cerna. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui persentase sindrom Down yang menderita konstipasidan hubungan dengan faktor risikonya. Diagnosis sindrom Down ditegakkan berdasarkanpemeriksaan genetik di rumah sakit Hasan Sadikin, dibagi dalam tipe aberasi penuh dantipe mosaik. Pada subyek diberikan kuesioner terstruktur yang berisi pertanyaan yangberhubungan dengan konstipasi dan faktor risikonya, 50 kuesioner kembali ke peneliti.Subyek berusia 3 - 10 tahun ( 27 wanita dan 23 pria), konstipasi ditemukan pada 32%.Aberasi penuh lebih banyak yang menderita konstipasi (35%) dibanding dengan mosaik(25%). Encopresis ditemukan pada 30% pasien sedangkan soiling pada 26% pasien.Baik encopresis maupun soiling lebih banyak ditemukan pada tipe mosaik ( 58,5%;38%) dibanding aberasi penuh ( 26,7% ; 25%). Nyeri perut dan nyeri saat buang airbesar berhubungan dengan kejadian konstipasi (r:0,5, p:0,002 ; r:0,56, p:0,002). Aktifitasberlebihan dan soiling berhubungan dengan kejadian encopresis (r: 0.49, p:0,001; r:0,44,p:0,005). Gangguan saluran kemih dan pemakaian obat obatan berhubungan dengankejadian soiling (r: 0,38, p: 0,02; r:0,32, p:0,04). Kesimpulan, hampir setengah darisindrom Down mengalami konstipasi, encopresis dan soiling; sedangkan tidak jelas faktorrisiko mempengaruhi terjadinya konstipasi pada anak sindrom Down.