This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Rininta Mardiani
Departemen Psikiatri, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Rerata Kadar Seng dalam Serum dengan Gejala Klinis Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas pada Anak Berdasarkan Skala Penilaian Perilaku Anak Hiperaktif Indonesia Rininta Mardiani; Nurmiati Amir; Tjhin Wiguna
Sari Pediatri Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.559 KB) | DOI: 10.14238/sp16.1.2014.17-21

Abstract

Latar belakang. Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) merupakan salah satu gangguan jiwa yang dijumpai pada anak. Terdapat tiga tipe gejala utama GPPH, yaitu kesulitan memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas. Hingga saat ini, belum dapat disimpulkan penyebab pasti terjadinya GPPH. Namun, hasil berbagai penelitian menunjukkan adanya kaitan dengan nutrisi, yaitu adanya defisiensi seng.Tujuan. Mengetahui perbedaan rerata antara kadar seng dalam serum pada anak dengan GPPH dibandingkan dengan kelompok kontrol anak sehat dan mengetahui hubungan antara rerata kadar seng dalam serum dengan gejala klinis pada anak dengan GPPH.Metode. Desain penelitian pendekatan metode potong lintang dengan kontrol anak sehat. Penelitian dilakukan di SDN 01 Pagi Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada bulan Mei – Juni 2013. Jumlah sampel pada masing-masing kelompok yaitu 42.Hasil. Didapatkan nilai tengah kadar seng dalam serum untuk kelompok anak GPPH 52,50 μg/L dan kadar seng dalam serum untuk kelompok anak sehat 51,50 μg/L. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara kedua nilai tengah kadar seng dalam serum antara kelompok anak yang menderita GPPH dengan anak sehat. Tidak ada hubungan bermakna antara rerata kadar seng dalam darah dengan gejala klinis GPPH.Kesimpulan. Tidak didapatkan perbedaan rerata kadar seng dalam darah antara kelompok anak GPPH dibandingkan dengan anak sehat, dan tidak didapatkan hubungan kadar seng dalam darah pada anak GPPH dengan gejala klinis GPPH yang dinilai berdasarkan Skala Penilaian Perilaku Anak Hiperaktivitas Indonesia (SPPAHI).